Inilah Kronologis Kerusuhan PSS vs Arema, Bukan Aremania Yang Memulai

Pertandingan pembuka Liga 1 yang mempertemukan antara PSS Sleman melawan Arema FC, Rabu (15/5) sempat terhenti karena kerusuhan yang terjadi antara suporter PSS Sleman dengan suporter Arema FC. Kerusuhan terjadi setelah Arema mencetak gol melalui sundulan Sylvano COmvalius untuk membuat skor menjadi 1-1.

Ongisnade melakukan penelusuran dari berbagai informan yang berada langsung di stadion Maguwoharjo. Termasuk pandangan mata yang dilakukan oleh kontributor Ongisnade di lapangan. Berikut kronologis yang terjadi sebelum kerusuhan yang pecah sekitar menit 30 tersebut

1. Sebelum pertandingan dimulai saat Aremania berada di luar stadion Maguwoharjo, kondisi masih aman bahkan Aremania bernyanyi sebelum masuk stadion tidak ada permasalahan

2. Kericuhan pertama terjadi saat kedua tim melakukan pemanasan. Aremania yang memberikan nyanyian dukungan kemudian menerima teriakan “booooo” dari tribun selatan dan utara.

3. Dimulai dari sisi selatan beberapa suporter tuan rumah mendekati tribun Aremanaia yang berada di atas. Lemparan dimulai dari sisi kanan bawah yang membuat kondisi Aremania baik wanita ataupun anak anak berlari ke tengah tribun.

4. Polisi kemudian datang dan memberikan batas wilayah, namun tribun utara pecah dan ikut memberikan serangan ke tribun yang ditempati Aremania

5. Kondisi ini bisa dinetralkan pihak keamanan. Selanjutnya setelah pemain selesai pemanasan, perwakilan Aremania turun ke lapangan dan berkeliling untuk menyapa semua elemen suporter PSS dengan membawa spanduk berucapkan terima kasih kepada warga Sleman

6. Kerusuhan pecah saat Arema cetak gol penyama kedudukan. Aremania yang melakukan selebrasi terciptanya gol kemudian diserang dari berbagai sisi dengan keramik dan petasan.

7. Awalnya, Aremania tak mau membalas dengan memilih menyanyikan kabar damai namun provokasi tetap terjadi yang membuat Aremania juga bersikap reaktif untuk melindungi diri

8. Pihak keamanan mengeluarkan tembakan peringatan agar situasi kembali tenang. Saat kondisi di dalam stadion tenang, kerusuhan merembet di luar stadion dengan sasaran kendaraan kendaraan yang ditumpangi oleh Aremania.

9. Pasca pertandingan bahkan saat kemenangan untuk PSS Sleman kondisi masih belum aman, tim Arema harus naik kendaraan rantis pada pukul 01.00 atau harus menunggu dua jam setelah pertandingan selesai.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

nineteen − seventeen =