Game Internal, Ada Kartu Merah Hingga Panenka

Arema FC menggelar game internal Senin (24/6) di stadion Gajayana Malang. Game ini diikuti semua pemain kecuali Hendro Siswanto yang sedang menemani istri memeriksakan kehamilan.

Game internal dibagi menjadi dua tim, pertama tim merah dan kedua tim biru. Tim merah berisikan hampir semua pemain inti seperti Hamka Hamzah hingga Makan Konate, sementara tim biru berisi pemain pelapis seperti Muhammad Rafli hingga Rivaldi Bawuo.

Meski bermain sesama teman di satu klub namun keseriusan tetap terlihat pada permainan tim. Total ada delapan gol yang tercipta, lima gol untuk tim merah dan tiga gol untuk tim biru. Selain delapan gol yang tercipta juga ada beberapa kejadian unik yang terjadi.

Pertama kartu merah untuk Jayus Hariono. Wasit dalam internal game tersebut tampak tegas dan tak segan memberikan hukuman salah satunya kepada Jayus Hariono yang diberikan kartu merah langsung pada babak kedua. Jayus melakukan pelanggaran kepada Ridwan Tawainella yang sudah lolos dan tinggal berhadapan dengan kiper. Pelanggaran dilakukan, kartu merah dikeluarkan. Namun tak seperti peraturan lumrah lainnya, Jayus tetap dilapangan melanjutkan pertandingan.

Kedua, ada penalti ala panenka yang dilakukan oleh Sylvano Comvalius pada babak kedua. Penalti diberikan setelah Alfarizi dilanggar di kotak penalti. Comvalius yang mengambil eksekusi mampu memperdaya Kartika Ajie dengan penalti panenkanya.

Game internal ini adalah pengganti laga ujicoba melawan tim Liga 2 yang batal dilakukan sebab tim Liga 2 sudah mulai berkompetisi. Pelatih Milomir Seslija mengungkapkan tujuan internal game tersebut adalah untuk mencoba beberapa kombinasi dan akan dipilih yang terbaik untuk laga melawan PS Tira, Sabtu (29/6).

“Hari ini kita coba beberapa kombinasi dan dipilih yang terbaik. Dua hingga tiga latihan lagi akan kami pantau perkembangan kombinasi tersebut,” ucapnya.

Terkait banyak gol yang tercipta, pelatih yang akrab disapa Milo ini menegaskan internal game berbeda dengan pertandingan sesungguhnya sebab pemain tak khawatir cedera saat pertandingan sesungguhnya dihelat.

“Ketika bermain internal game sebenarnya tak bagus untuk saya karena antar pemain khawatir cedera. Tapi saat pertandingan pasti akan punya cerita yang berbeda,” paparnya.

“Kita tidak mencari berapa gol atau berapa kemasukan, kita mencari hal yang berbeda karena kita memberikan beberapa pemain sebuah kewajiban apa yang harus dilakukan,” pungkas Milo.

Pasca game internal tersebut, skuad Singo Edan langsung bersiap untuk melawan PS Tira Persikabo, Sabtu (29/6) di stadion Gajayana Malang.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

three × 4 =