Arema Waspadai Kecepatan Pemain Bhayangkara FC

Tim Arema FC kembali ke menu latihan taktik jelang babak delapan besar melawan Bhayangkara FC yang akan dihelat 30 Maret 2019 di stadion Patriot Bekasi. Menu latihan taktik mulai disentuh pelatih Milomir Seslija saat para pemain berlatih Selasa (20/3) di lapangan Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang.

Pelatih yang akrab disapa Milo mengaku sudah menganalisa permainan Bhayangkara FC pada tiga pertandingan babak penyisihan grup. Dari analisa tersebut, Bhayangkara FC dinilai sebagai tim yang kuat namun ia optimis Arema mampu mengalahkan tim milik Polri tersebut.

“Ya saya sudah tonton tiga laga mereka dan saya akan lihat lagi kami akan diskusi denhan tim pelatih. Saya optimis kita akan lebih kuat karena akan ada Dedik dan Alfarizi harapan saya juga Hanif dan berharap kondisi Alfin membaik,” ucapnya.

Pelatih asal Bosnia menilai Bhayangkara adalah tim yang kuat namun sisi lain ada beberapa kelemahan yang bisa dimanfaatkan Arema untuk bisa meraih kemenangan dan melaju ke babak semifinal.

“Bhayangkara adalah tim yang kuat kita tidak takut dengan mereka, tapi mereka juga punya kelemahan saya optimis karena kondisi tim dalam kondisi yang bagus, atmosfir tim juga bagus kita akan coba bekerja sebelum waktu pertandingan,” paparnya.

Salah satu kekuatan Bhayangkara FC yang disorot oleh Milo adalah barisan pemain depan lawan yang mempunyai kecepatan luar biasa. Selain itu, bola mati Bhayangkara FC juga dinilai membahayakan.

“Mereka punya banyak kekuatan, punya baik pemain cepat mereka ada tiga pemain di depan yang menurut saya tercepat di liga,” urai mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.

“Gol mereka semua dari serangan balik punya pemain lini tengah yang bagus, kemampuan bola mati bagus terutama dari stopernya. Tapi jujur mereka banyak kelemahan dan Arema akan coba mengeksploitasi kelemahan tersebut,” tandasnya.

Karena itulah, Milo ingin anak asuhnya bermain secara terorganisir selama 90 menit seperti yang pernah ditunjukkan saat melawan Barito Putera dan Timnas U-22.

“Pemain harus lebih terorganisir seperti saat lawan Barito dan lawan Timnas. Juga seperti lawan Persib tapi ini hanya sampai 85 menit setelah itu ada kesalahan, karena ini masih persiapan maka semuanya harus segera diperbaiki,” pungkasnya.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

two + five =