Inikah Dua Pemain Anyar Arema FC?

Manajemen Arema FC mengklaim sudah mendapatkan dua pemain lokal untuk menambah amunisi menghadapi Liga 1 2019. Kedua pemain tersebut berposisi sebagai kiper dan pemain belakang.

Setelah ditelusuri ada dua nama yaitu pemain yang berposisi kiper adalah Sandy Firmansyah (mantan penjaga gawang Sriwijaya FC) dan Ikhfanul Alam (mantan pemain Kalteng Putra).

“Kami tidak akan sebut nama dulu sebelum yang bersangkutan ikut latihan. Yang jelas kami sudah mencapai kesepakatan saat ini,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo seperti dilansir dari bolacom.

Dua sosok yang digaet Arema itu memang bukan pemain papan atas di Indonesia. Sandy lebih banyak berkiprah dengan klub di luar Malang, yaitu Gresik United, Persik Kediri dan Sriwijaya FC.

Sandy lebih sering berperan jadi kiper kedua di klub-klub yang pernah dibelanya. Meski begitu, Arema menilai kemampuan Sandy tidak beda jauh dengan kiper yang dimiliki tim saat ini.

Dari dua bocoran yang diberikan Arema sebelumnya untuk posisi kiper, semua cocok dengan sosok Sandy. Yang pertama manajemen mengatakan dia pemain asli Malang. Sandy tahun ini mengundurkan diri dari Sriwijaya FC demi menjaga ibunya di Malang.

Petunjuk kedua dari segi usia juga pas, yakni lebih senior dari semua kiper di Arema FC. Sandy saat ini berusia 35 tahun. Kiper kawakan ini dikabarkan sudah meneken prakontrak dengan manejemen Arema.

Sementara untuk pemain kedua, Alam, tidak asing lagi bagi Arema. Dia mantan pemain Akademi Arema, dua tahun lebih muda dari generasi emas Dendi Santoso dkk.

Pada awal musim 2018 dia juga sempat berlatih bersama Singo Edan. Alhasil, dia sudah mengenal baik para pemain Arema. Alam juga aktif berkumpul dengan pemain Arema asal Malang saat libur kompetisi.

Sebelumnya, Alam sempat memperkuat Bhayangkara FC, Persiba Balikpapan, dan Kalteng Putra. Selain jadi stopper, dia juga bisa bermain sebagai bek sayap. Alam dikabarkan akan menandatangani kontrak dengan Arema dan segera gabung dalam sesi latihan.

Arema sangat membutuhkan kehadirannya karena ada dua stopper yang hengkang, yaitu Purwaka Yudi dan Israel Wamiau. Selain itu stopper lainnya, Bagas Adi Nugroho, juga belum mengambil keputusan apakah bertahan atau hengkang setelah kontraknya berakhir pada Februari 2019.

“Yang jelas kami lebih senang jika ada pemain asli Malang yang bisa memperkuat Arema,” imbuh Ruddy. (blcm/mia)

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

one × three =