Terdegradasi, Pelatih Sriwijaya FC Tahan Tangis

Sriwijaya FC harus menerima kenyataan terdegradasi usai kalah dari Arema FC dengan skor 2-1, Minggu (9/12) di stadion Kanjuruhan Malang. Gol Esteban Vizcarra tak cukup karena tim Singo Edan mampu membalas dua gol melalui Makan Konate dan Dedik Setiawan.

Kekalahan ini membuat Sriwijaya FC berada di posisi 17 atau terdegradasi musim depan ke kompetisi Liga 2. Pasca pertandingan, kesedihan melanda seluruh komponen tim Sriwijaya FC. Ada tangisan di lapangan di lapangan, beberapa pemain juga memilih langsung masuk ke ruang ganti.

Pelatih Alfredo Vera mencoba tegar menghadapi kenyataan bahwa Sriwijaya FC terdegradasi. Pelatih asal Argentina ini pun mengaku bertanggun jawab dengan hasil tersebut.

“Yang penting hari ini dari kita sendiri kalau hari ini kita menang kita selamat. Tapi sekarang sudah terjadi saya tanggun jawab dengan apa yang terjadi, yang lain tak bisa bicara lagi,” ucapnya.

Mantan pelatih Persebaya ini mengaku sudah berusaha maksimal untuk menyelamatkan Sriwijaya FC dari degradasi namun karena waktu terlalu mepet sehingga target tersebut gagal terealisasi. Namun Vera menegaskan pemain sudah kerja keras di lapangan.

“Kami sudah berusaha untuk selamatkan tim ini tapi waktu terlalu mepet, pemain juga sudah kerja keras di lapangan,” tegasnya.

Saat disodori pertanyaan masalah apa yang membelit Sriwijaya FC, Vera tak mau mempersoalkan tersebut. Namun saat akan menjawab lebih, dia memilih menahan jawaban sekaligus menahan tangis. Ia pun meninggalkan ruang konferensi pers.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

13 + 9 =