Pesan Hamka Hamzah Untuk Pemain Timnas U-22

Timnas Indonesia U-22 mendapat banyak pelajaran ketika beruji coba melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (10/2/2019). Tak hanya perlawanan sengit dan atmosfer luar biasa dari penonton yang didapatkan mereka, melainkan juga masukan dari kapten tim Arema, Hamka Hamzah.

Bek senior yang pernah jadi kapten Timnas Indonesia itu memberikan dua pesan penting kepada juniornya. Yang pertama, tentang fokus menghadapi Piala AFF U-22 yang dihelat mulai 17 Februari 2019 di Kamboja.

“Saya harap pemain bisa fokus sepenuhnya untuk ajang itu. Caranya, jangan terlalu sering bermain medsos karena saya mengikuti beberapa pemain Timnas U-22 di medsos. Fokus saja pada turnamen nanti. Medsos itu terkadang lebih kejam dan bisa menjatuhkan mental pemain. Terkadang bisa disanjung setinggi langit, kadang juga dapat banyak kritikan,” kata Hamka.

Biasanya, ketika Timnas bermain buruk, hujatan sering diterima pemain lewat media sosial. Jika tidak kuat mental, itu langsung berpengaruh terhadap permainan di lapangan. Hal semacam itu sudah sering terjadi. Di level klub saja, banyak pemain menerima cacian saat bermain jelek, apalagi ketika sudah membela Timnas.

Sedangkan masukan kedua, pemain Timnas Indonesia U-22 harus siap menghadapi beragam teror ketika bermain di Kamboja. Selain tekanan suporter, juga keputusan wasit yang kurang tepat.

Masukan ini bermula dari gol Hamka Hamzah yang dianulir wasit saat melawan Timnas U-22 kemarin. Karena uji coba ini dihelat di Indonesia, menurutnya wasit masih bisa fair atau lebih condong melindungi pemian Timnas.

“Tapi, kalau sudah main di kandang lawan, mereka harus siap menerima beberapa keputusan yang kurang tepat dari wasit,” jelasnya.

Dalam uji coba kemarin, Timnas Indonesia U-22 bermain dengan skor sama kuat, 1-1. Hamka Hamzah sempat membobol gawang Timnas U-22 menit ke-68 lewat tandukan. Tetapi, wasit menganulir gol itu karena menilai ada pelanggaran lebih dulu yang dilakukan Rober Lima kepada Andy Setyo.

Hamka sempat protes kepada wasit karena itu gol murni dan tidak ada pelanggaran dalam duel udara. Namun, wasit menilai Lima mengangkat kaki terlalu tinggi saat melakukan tendangan salto.

Sementara saat ditanya soal permainan Timnas Indonesia U-22, Hamka enggan berkomentar karena dia merasa soal teknis jadi wewenang pelatih Indra Sjafri.

“Semoga Timnas bisa berprestasi di Piala AFF U-22. Kalau soal performa teknis, itu jadi hak pelatih untuk memberikan komentar dan masukan,” jawabnya. (bolacom)

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

one × two =