Cerita Arema FC Musim Ini Yang Tak Telat Bayar Gaji

Arema FC menjalani musim 2018 membuat perasaan supporter selalu was was. Pada putaran pertama, tim Singo Edan lebih banyak menghabiskan energy untuk berada di zona degradasi bahkan posisi terbawah. Sementara putaran kedua lebih dan mengakhiri kompetisi pada posisi 6 klasemen.

Torehan posisi 6 ini lebih baik daripada musim lalu yang berada di posisi 9 klasemen. Tak hanya secara posisi, manajemen juga mampu membuat kondisi financial tim musim 2018 stabil. Bahkan CEO Arema FC, Iwan Budianto menyebut musim 2018 adalah tahun pertama Arema tak pernah telat membayarkan gaji.

“Ini tahun pertama secara manajemen kita berhasil berikan hak hak tanpa telat sekalipun, seingat saya ini baru pertama bahkan pada musim 2012/2013 kita punya pemain bintang dan bantuan financial pihak ketiga masih ada yang telat sebulan,” paparnya.

Pria yang akrab disapa IB ini pun meminta awak media bisa mengkonfirmasi kepada pemain bahwa musim 2018 tak pernah gaji telat dibayarkan.

“Sekarang teman teman bisa cek ke pemain antara tanggal 25-30 tiap bulan selalu dibayarkan dan tak pernah telat,” ungkapnya.

Kemampuan manajemen Arema FC musim ini yang tak telat membayarkan gaji juga patut diapresiasi sebab beberapa kali Arema mendapatkan hukuman dari Komisi Disiplin PSSI. Pertama pengosongan tribun timur setelah lawan Persib Bandung ditambah hukuman lima laga kandang tanpa penonton tentu saja membuat financial klub terganggu. Namun gaji pemain tetap tak telat dibayarkan.

“Meski selalu ada musibah pertama penutupan tribun timur setelah lawan Persib, kemudian lima laga kandang tanpa penonton namun gaji tak pernah telat dibayarkan. Secara prestasi tim ini juga lebih baik karena musim lalu posisi 9, musim ini posisi 6,” tegas Iwan Budianto.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

19 − 13 =