Ada Ribuan Aremania, Pemain Arema Diharapkan Tetap Maksimal

Aremania mendapatkan restu dari Panpel Bhayangkara FC untuk mendukung tim Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga dalam laga delapan besar Piala Presiden 2019, Sabtu (30/3) depan. Namun, hal tersebut bisa menjadi pedang bermata dua, karena penggawa Singo Edan kerap demam panggung saat tribun penonton sebagian besar mendukung mereka.

Di babak penyisihan lalu, Arema yang mendapatkan dukungan lebih dari 28 ribu penonton, saat lawan Persela Lamongan, tim asuhan Milomir Seslija itu kalah 0-1. Sebelumnya, saat lawan Barito Putera, dengan dukungan lebih sedikit, Arema menang 3-2.

Sebelum itu, ketika Stadion Kanjuruhan dipenuhi Aremania saat melawan Persib Bandung, Arema juga hanya bermain imbang 2-2. Begitu pula ketika 40 ribu lebih suporter memenuhi tribun untuk menyaksikan Arema bertanding lawan Timnas U-22, skor berakhir dengan 1-1.

Arema pesta gol saat menjamu Persita Tangerang 6-1, ketika tribun hanya diisi 8000-an Aremania. Saat menang 4-1 di Piala Indonesia 2018 pun, tribun tidak terisi sebanyak ketika Arema kalah dari Persela.

“Takut juga sih dengan keadaan seperti itu. Entah itu mitos atau kebetulan, akhir-akhir ini Arema memang tambah grogi dan susah menang saat banyak suporter,” ujar Danendra Wirawan, Aremania Dinoyo.

Menurut dia, kondisi ini sempat menjadi perbincangan di kalangan Aremania. Termasuk ketika saat ini, Aremania mendapatkan jatah 20 ribu lembar tiket di Bekasi.

“Nanti tribun sudah banyak suporter, Aremania, tampilnya tidak maksimal,” papar dia.

Ia lantas mengajak flashback di musim 2018. Lima laga home tanpa penonton, Arema tak terkalahkan dan selalu mencetak lebih dari dua gol. Saat away pun, ketika dukungan Aremania dibatasi, Arema sempat menahan imbang Bhayangkara FC dan menang atas PS Tira.

“Semoga nanti di Bekasi dukungan Aremania menambah motivasi. Jangan dijadikan beban,” tambahnya.

Pelatih Arema, Milomir Seslija mengatakan, Bhayangkara FC bukanlah klub dengan suporter fanatik seperti Persija Jakarta atau Persib Bandung. Hal itu justru dia waspadai, karena tim yang bermain tanpa dukungan suporter, bisa tampil tanpa tekanan berlebih. Dengan kata lain, tekanan justru bakal dialami Arema dengan banyak suporter.

“Kalau ada suporter biasanya akan dapat tekanan ketika berbuat salah sedikit saja,” terangnya.
Namun, pelatih asal Bosnia itu tetap menyambut baik ketika ada Aremania yang turut memberikan dukungan langsung di kandang Bhayangkara FC nanti.

“Saya berharap para pemain kami tidak menganggap kehadiran suporter sebagai tekanan, tapi menjadi sumber motivasi. Tekanan itu selalu ada, tapi tergantung bagaimana kita menyikapinya,” tandasnya.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

12 − one =