Lebih Moncer Saat Jadi Super Sub, Ini Kata Ahmad Nur Hardianto

Arema FC harus kehilangan dua striker dalam waktu yang bersamaan. Dedik Setiawan dipanggil Timnas Indonesia untuk bermain di Piala AFF sementara Rivaldy Bawuo dalam masa pemulihan cedera.

Kondisi ini membuat tim Singo Edan hanya menyisakan satu pemain di posisi striker yaitu Ahmad Nur Hardianto. Ia pun menjadi tumpuan utama terutama saat Arema FC kalah dari PSIS Semarang dengan skor 2-1.

Namun dalam laga ini, ia tak mampu menyumbangkan gol. Kondisi ni berbeda saat Nur Hardianto bermain sebagai pemain pengganti. Saat lawan Sriwijaya FC, pemain asli Lamongan ni mencetak satu gold an satu assist untuk kemenangan tim Arema. Setelahnya, ia mampu mencetak gol lagi ke gawang Persebaya, PSM Makassar dan PSMS Medan. Semuanya dilalui saat Nur Hardianto bermain sebagai pemain pengganti.

Mantan pemain Persela Lamongan ini menilai dirinya harus siap jika harus diturunkan sejak menit pertama ataupun sebagai pemain pengganti.

“Saya memang lebih sering turun sebagai pemain pengganti. Tetapi sebenarnya, sebagai pemain utama atau pengganti, harus siap dan tidak ada masalah,” ujar Hardianto seperti dikutip dari Malang Post.

Nur Hardianto juga heran kenapa saat bermain sebagai pemain inti kesulitan mencetak gol dan sebaliknya saat menjadi pemain pengganti malah berhasil mencetak gol. Ia menyebut ada faktor kurang beruntung yang menghinggapi.

“Sebenarnya semua sama saja. Cuma tidak tahu kenapa, dua kali jadi pemain inti, justru sulit mencetak gol. Mungkin saya kurang beruntung,” ungkapnya.

Karena itulah, pemain yang pernah memperkuat Timnas U-23 tersebut ingin mengevaluasi diri terutama jelang laga terdekat melawan Perseru Serui, Minggu (11/11) di stadion Kanjuruhan.

“Tentu tidak mau dianggap spesialis pengganti. Saya akan evaluasi, berusaha keras untuk bisa cetak gol dari awal. Saya berharap saat lawan Perseru,” tegas dia.

Bagikan post ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

thirteen − 11 =