Gala Premiere Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2)

Gala Premiere merupakan puncak dari proses produksi film Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2). Setelah panjang melewati tahapan produksi, perijinan hingga mendapat layar akhirnya film yang bertemakan tentang kehidupan Aremania ini akan segera dapat dinikmati Aremania ataupun masyarakat umum. Penayangan paling perdana ini diselenggarakan pada Kamis, 7 Juni 2018 di Movimax Dinoyo. Hadirin yang datang terdiri dari media, tamu undangan, pemain serta kru film dan penonton umum. Penonton umum yang beruntung bisa menikmati penayangan perdana ini merupakan penonton yang telah memesan kursi sebelumnya.

Serangkaian cara ini akan dibuka dengan registrasi para hadirin, dilanjut dengan perform akustik dari Tani Maju, yang merupakan salah satu band yang terlibat pada film ini. Kemudian pada pukul 09.00 tepat film akan diputar di tiga studio. Setelah semua menikmati filmnya, akan disambung dengan press conference dan akan diakhiri dengan pengumuman cover challenge yang telah diselenggarakan oleh tim DBA film beberapa minggu lalu. Cover challenge ini mengangkat tentang OST (Original Sound Track) dari film yang berjudul Darahku Biru Selalu.

Informasi lainnya, pada Gala Premiere ini akan dihadiri beberapa tamu undangan. Dengan mengundang beberapa tamu penting, diharapkan melalui testimoni dari mereka dapat menyampaikan kepada publik untuk menilai Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2) dapat dinikmati secara utuh sebagai karya lokal yang dapat tembus secara nasional. Kemudian industri film di Malang khususnya dapat berkembang kedepannya.

Malang Dengan Potensi Industri Kreatifnya

Sebuah cita-cita dari lima perusahaan di Malang yang ingin menciptakan sejarah industri kreatif  yang diwujudkan berupa karya film Satu Jiwa Untuk Indonesia (Darah Biru Arema 2). Melalui skema kolaborasi ini, kelima perusahaan yang terdiri dari Paradise Picture, Equator Cinema, Kamera Malang, Profile Image Studio dan Tagarap Digital Agency akhirnya dapat terwujud di 2018 ini. Berangkat dari keresahan industri perfilman Indonesia yang terlalu Jakarta-sentris, melahirkan kolaborasi yang terwujud sebagai DBA Film.

“Malang dengan berbagai potensinya sangat sayang jika hanya dipakai sebagai lokasi syuting bagi film maker dari luar saja, untuk itu melalui project ini kita ingin mencoba menciptakan ekosistem industri yang kuat di Malang, salah satunya dengan melahirkan film ini.” Terang Vicky Arief sebagai produser dari DBA Film. “Untuk itu kita sangat membutuhkan support dan apresiasi dari banyak kalangan untuk karya yang sedang berjuang untuk tembus ke level nasional.” Imbuhnya.

Setelah melewati proses selama dua tahun, karya yang telah dihasilkan dari sekitar 90 kru dan 27 pemeran sudah dapat dinikmati masyarakat mulai 21 Juni 2018. Sebagai permulaan, film ini akan diputar di bioskop jaringan Movimax. Dengan target 12ribu penonton yang datang ke Movimax, film ini akan tayang selama seminggu. Vicky Arief menjelaskan, diluar tanggal tersebut, kita kemudian akan memutar filmnya di jaringan bioskop yang lebih luas agar filmnya dapat dinikmati Aremania dan masyarakat yang ada diluar Malang. “Antusias mereka terutama Aremania yang tersebar diluar Malang telah tergambar dalam pertanyaan-pertanyaan mereka yang masuk ke kami.” Terang Vicky. “Ini merupakan penyemangat dan motivasi bagi kami untuk terus berjuang agar film ini dapat ditayangkan secara nasional.” Pungkasnya.

Gala Premiere yang dilaksanakan hari Kamis, 7 Juni 2018 ini juga dihadiri oleh puluhan media local maupun nasional dan dihadiri oleh beberapa jajaran pejabat yang ada di kota Malang. “Film ini banyak menginspirasi kita semua, kearifan lokalnya kental dan bisa dinikmati oleh siapapun” komentar Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto. “Kalau bicara tentang alur cerita bagus, tidak hanya bicara soal sepabola, tapi juga sisi lain. Bagaimana menciptakan guyub rukun dan kebersamaan.”  Tutur Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna yang juga hadir dalam acara ini.

Bagikan post ini
  • 376
  •  
  •  
  •  
  •  
    376
    Shares

Leave a Reply