Follow us @ongisnadeNet

Rapor Pemain Arema FC Lawan PSIS Semarang, Thiago Furtuoso Terbaik



Kemenangan mampu diraih tim Arema FC saat melawan PSIS Semarang, Kamis (25/1) pada lanjutan babak penyisihan grup E Piala Presiden. Bagaimana performa pemain yang tampil? Tiga gol Arema diciptakan oleh Rio Saputra (og), Johan Ahmat Farizi dan Thiago Furtuoso.

Pada laga melawan PSIS Semarang, ada beberapa pemain yang tampil apik tapi juga ada yang tak terlalu menonjol. Berikut penilaian redaksi Ongisnade,

1. Kurniawan Kartika Aji

Ini adalah penampilan perdana Kartika Aji bersama Arema FC pada ajang Piala Presiden 2018. Pasca kembali dari pelatihan Timnas, peluangnya bermain memang besar karena penampilan Joko Ribowo sebelumnya tak terlalu apik saat laga melawan Persela Lamongan. Sepanjang 90 menit, ia mampu tampil apik dengan mengagalkan beberapa peluang dari pemain PSIS Semarang. Meski kecolongan satu gol, secara keseluruhan Kartika Aji tampil bagus. Satu yang perlu dibenahi adalah keberaniannya untuk memerintah pemain belakang Arema agar sistem pertahanan lebih rapat.

Nilai: 7

2. Saiful Indra Cahya

Tak bermain penuh saat melawan Persela Lamongan karena cedera. Namun Saiful Indra tetap dipercaya menjadi bek sayap kanan Arema FC. Ia pun bermain selama 90 menit. Penampilannya hampir sama saat bermain melawan Persela, lugas dalam mengamankan lini belakang terutama sisi kanan. Namun terkadang saat transisi antara menyerang ke bertahan, beberapa kali Saiful terlambat sehingga harus pemain lain yang menggantikan posisinya.

Nilai: 7

3. Arthur Cunha

Meski Arthur Cunha bermain selama 90 menit namun beberapa kali pemain asal Brazil ini mampu dilewati oleh lawan yang kemudian mampu membahayakan gawang Arema FC. Gol dari PSIS Semarang salah satunya juga karena Arthur tak mengawal ketat Hari Nur. Entah apa yang terjadi dengan pemain yang diberikan titel King oleh Aremania ini. Sama kondisinya saat melawan Persela dan PSIS, ia mampu dilewati lawan dengan mudah terutama yang memiliki kecepatan.

Nilai: 6,5

4. Purwaka Yudhi

Tenang dan jago intersep. Ciri dari seorang Purwaka Yudhi yang tak pernah hilang. Untuk laga kali ini ia bermain selama 90 menit. Cirinya sama, tenang dan beberapa kali melakukan intersep. Ia juga mampu membangun serangan dari lini belakang dengan umpan panjangnya yang beberapa kali akurat.

Nilai: 7

5. Johan Ahmat Farizi

Pemain yang lebih akrab dipanggil Alfarizi ini mampu tampil konsisten selama 90 menit. Catatan satu golnya membuat Alfarizi layak dijadikan salah satu kandidat man of the match pertandingan tersebut. Kekuatan antara menyerang dan bertahannya juga seimbang sehingga sisi kiri Arema terus hidup.

Nilai: 7,5

6. Ahmet Atayev

Atayev tak terlalu menonjol pada laga ini, namun ia mampu menjadi gelandang jangkar dengan baik sesuai perannya. Memotong serangan lawan dan membangun serangan. Beberapa kali umpan panjangnya juga akurat. Tapi kondisi fisik tak bisa dipungkiri sehingga ia diganti oleh Ricky Ohorella.

Nilai: 7

7. Hendro Siswanto

Keberadaan Hendro Siswanto di lini tengah Arema FC memang sentral. Saat ia bergeser ke posisi bek kanan ketika melawan Persela Lamongan, lini tengah menjadi tak seimbang. Maka tak salah jika ketika melawan PSIS Semarang, dia full tampil di lini tengah selama 90 menit. Kemampuan bertahan dan menyerangnya yang seimbang membuat ritme penampilan Arema terjaga.

Nilai: 7,5

8. Rodrigo Ost Dos Santos

Penampilan Rodrigo Ost lebih baik daripada ketika melawan Persela Lamongan. Kondisi lapangan nampaknya mendukung pergerakan pergerakan ajaibnya. Beberapa kali ia menunjukkan skillnya yang mengundang decak kagum Aremania. Namun kondisi fisik tak mampu dibohongi, saat pertandingan sudah memasuki menit 70, ia sudah kelelahan dan pada menit 75 akhirnya diganti oleh Hanif Sjahbandi.

Nilai: 7

9. Dendi Santoso

Ban kapten yang melingkar di tangan Dendi Santoso nampaknya mulai tak memberatkan. Ia sudah bisa tampil lepas dan menunjukkan skillnya. Kontribusi pertama terlihat saat gol bunuh diri yang diciptakan oleh Rio Saputra, crossingnya salah diantisipasi oleh bek PSIS Semarang tersebut. Kontribusi kedua tentu saja assist yang dia berikan untuk gol Thiago Furtuoso. Permainannya selama 90 menit pun konsisten.

Nilai: 8

10. Ridwan Tawainella

Penampilannya agresif pada awal babak pertama, beberapa kali pergerakannya melalui lini serang sisi kanan sering merepotkan pertahanan PSIS. Namun hal ini tak bertahan lama karena tebasan dari pemain PSIS membuatnya tak mampu melanjutkan pertandingan sehingga digantikan oleh Jefri Kurniawan. Pemain ini hanya perlu waktu bermain lebih lama untuk membuktikan kualitasnya.

Nilai: 6,5

11. Thiago Furtuoso

Dia datang sempat diragukan kualitasnya. Namun laga melawan PSIS Semarang menunjukkan bahwa dia masih menjadi striker yang tajam. Satu assist dia sumbangkan untuk gol Johan Ahmat Farizi dan satu gol dia cetak setelah memenangi sprint dengan kiper PSIS Semarang. Eksekusi sepakannya juga tenang. Sepanjang pertandingan dia juga banyak merepotkan lini pertahanan lawan. Maka tak salah jika dia layak menyandang man of the match pada laga melawan PSIS.

Nilai: 8,5

12. Hanif Sjahbandi

Kehadiran kembali Hanif di tim Arema memang mampu membuat tim Arema lebih seimbang. Meski tak ada yang menonjol, paling tidak dia mampu membuat lini tengah lebih segar sehingga bisa menahan serangan PSIS Semarang

Nilai: 6,5

13. Jefri Kurniawan

Jefri melakoni debut perdana di Piala Presiden melawan PSIS Semarang. Ia mendapatkan kesempatan bermain untuk menggantikan Ridwan Tawainella. Sekitar 45 menit dia berada di lapangan dan kemudian digantikan karena masalah yang sama yaitu cedera. Satu momen yang sempat terlihat adalah saat Jefri melakukan solo run dari tengah lapangan. Namun akhirnya digagalkan pemain PSIS dengan pelanggaran saat akan masuk kotak penalti.

Nilai: 6,5

14. Dedik Setiawan

Masuk menggantikan Jefri Kurniawan yang cedera, kontribusi Dedik Setiawan juga tak terlalu terlihat. Dia masuk saat Arema FC memilih untuk memainkan tempo dan mempertahankan keunggulan.

Nilai: 6

15. Ricky Ohorella

Hanya bermain tak lebih dari lima menit, agak susah menilai penampilan Ricky Ohorella. Tapi paling tidak mantan pemain Borneo FC ini memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia juga bisa bersaing dengan pemain yang lain.

Nilai: -