Follow usĀ @ongisnadeNet

Raih Kemenangan, Arema FC Masih Dilanda Paranoid



Arema FC boleh bernafas lega pasca mampu mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-1, Kamis (25/1) di stadion Kanjuruhan. Tiga gol yang diciptakan oleh Rio Saputra (og), Johan Ahmat Farizi dan Thiago Furtuoso hanya mampu dibalas satu gol oleh Hari Nur.

Kemenangan ini pun membuat Arema FC merangkak naik ke puncak klasemen grup E babak penyisihan Piala Presiden dengan poin empat. Poin yang sama juga dimiliki Bhayangkara FC namun Arema unggul agregat gol.

Kemenangan ini pun disyukuri oleh pelatih Joko Susilo. Ia mengucapkan terima kasih pada usaha keras pemain dan dukungan manajemen serta Aremania sehingga Arema mampu memenangkan pertandingan.

"Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan terima kasih kepada semuanya, pemain dan pengurus membantu, membantu Arema menang," ucapnya.

Namun evaluasi pun tetap dilakukan tim pelatih sebab hal yang sama terlihat saat Arema FC sudah unggul yaitu tak mampu menguasai pertandingan. Pelatih yang akrab disapa Gethuk ini pun menyatakan anak asuhnya masih paranoid setelah gagal menang lawan Persela.

"Iya ini soal mental paranoid yang ketakutan untuk dibalas lawan. Sebetulnya kalau bisa kontrol emosi, tak ada masalah. Tapi ini memang wajar karena rasa sakit gagal menang kemarin masih membekas ke pemain," tandasnya.

Kondisi itulah yang membuat Gethuk pada istirahat babak pertama lebih menekankan kepada faktor nonteknis kepada pemain agar mampu mempertahankan keunggulan.

"Setengah pertandingan, saya lebih banyak bicara ke pemain soal nonteknis," imbuh pelatih kelahiran Cepu ini.

Arema FC memang sempat unggul 3-0, namun saat PSIS mampu membalas satu gol, permainan tim sempat kocar kacir sebelum akhirnya mampu kontrol pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang.