Follow usĀ @ongisnadeNet

Mengenal Dusan Momcilovic: Dari Serbia, Cinta Indonesia


Dusan Momcilovic Arema FC

Nama Dusan Momcilovic mungkin asing bagi pencinta sepakbola Indonesia. Namun nama ini cukup dikenal oleh publik sepakbola Malang Raya sebab dia pernah melatih fisik pemain Arema yang saat itu bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Saat ini, pelatih yang akrab disapa Dule ini kembali ke Malang untuk melatih fisik para pemain Arema FC. Bersama Joko Susilo sebagai pelatih kepala, ia diharapkan mampu mengangkat fisik para pemain.

Sejak awal meniti karir, Dule memang sudah mengkhususkan dirinya untuk mengurus fisik. Ia lulus dari universitas di Belgrad Serbia pada jurusan pendidikan fisik. Setelahnya ia mengambil profesi yang mengkhususnya pada fisik terutama pada faktor fitness dan kekuatan.

Karir kepelatihan Dule dimulai pada tahun 1986 dengan melatih fisik pemain U-15, U-17, U-19 tim FC Palilulac. Dua tahun melatih fisik pemain muda, ia naik kelas melatih fisik pemain utama FC Palilulac.

Pasca FC Palilulac, ia kemudian melatih fisik dua tim asal Serbia yang lain yaitu FC BSK dan FC Hajduk. Petualangan Dule keluar dari Serbia dimulai pada tahun 1993. Tak tanggung tanggung ia memilih benua Afrika sebagai pelabuhan karir selanjutnya. Adalah FC Simba di Tanzania yang menjadi tim pertamanya diluar Serbia.

Dua tahun di Tanzania, dia kemudian pindah ke Uganda melatih fisik pemain FC Express Kampala. Di dua tim Afrika ini Dule mampu membantu tim meraih gelar juara di kompetisi masing masing. Atas hasil ini membuat Dule ditarik oleh Timnas Rwanda melatih fisik pemain baik U-21 ataupun senior.

Pada tahun 2000 yang lalu, ia mengakhiri karir kepelatihan di benua Afrika. Dan kembali ke Serbia dengan melatih fisik pemain selevel SSB bernama Best di Belgrad Serbia. Namun dasar jodoh dengan benua Afrika, ia kembali dipanggil oleh tim adal Libya, FC Sogur pada tahun 2006.

Jejak kepelatihannya di benua Asia pertama kali terjadi pada tahun 2008 dengan melatih Al Nasr Oman. Namun ia hanya satu tahun berada di negeri ini dan kemudian kembali ke eropa tepatnya di Georgia untuk melatih FC Olimpi Rustavi. Setahun kemudian pindah ke FC Dinamo Tbilisi. Di dua tim ini, ia sempat mencicipi bagaimana persaingan ketat pertandingan di Liga Champions Eropa dan Liga Europa.

Dan pada tahun 2011, ia pertama kali menjejakkan langkah kakinya di Indonesia melatih Arema. Namun karena konflik internal di manajemen tim membuatnya pergi dari Indonesia dan kemudian melatih fisik pemain FC Slavija di Bosnia pada tahun 2012. Setahun kemudian dia kembali ke Asia Tenggara namun ke FC Sabah Malaysia. Hanya satu tahun di negeri Jiran, ia kembali ke Tanzania pada tahun 2015.

Dan berdasarkan catatan yang ada dari berbagai sumber, tahun 2015 adalah tahun terakhir Dule melatih fisik tim profesional. Setelah vakum dua tahun, ia saat ini dipercaya lagi melatih fisik pemain Arema FC. Harapannya tentu saja, Dule mampu mengangkat kualitas fisik para pemain. Mampukah?