Follow usĀ @ongisnadeNet

Menimbang Marco Kabiay Sebagai Pemain Inti Arema FC



Marco Kabiay didatangkan oleh Arema FC sejak putaran kedua Liga 1 bergulir. Pasca bermain di Liga Timor Leste, ia mengikuti proses seleksi di Arema dan kemudian lolos.

Pemain asal Serui ini belum banyak mendapatkan kesempatan bermain. Ia harus bersaing dengan beberapa pemain lain seperti Benny Wahyudi, Saiful Indra hingga Johan Ahmad Farizi untuk merebutkan satu posisi terutama di bek sayap.

Sebenarnya Kabiay mampu bermain sebagai stoper ataupun gelandang bertahan namun ia juga masih kalah bersaing dengan yang lain. Kesempatan datang saat Kabiay bermain melawan Mitra Kukar. Tim Arema yang cenderung bermain dengan komposisi 3-5-2 mampu bermain apik dan meraih kemenangan di Tenggarong. Kabiay pun mampu menjalani debutnya dengan bagus.

Namun meski bermain apik tapi hal ini tak menjamin posisinya sebagai pemain inti. Ia baru dapat kesempatan bermain saat melawan Perseru Serui di tanah kelahirannya. Sayang, Arema FC harus menelan kekalahan. Setelah tak mendapatkan kesempatan lagi, Kabiay kembali bermain saat melawan Sriwijaya FC lalu 20 Oktober lalu.

Menit 23 berawal dari kegagalannya mengawal Nur Iskandar membuat Sriwijaya FC unggul 1-0. Namun tak menunggu lama enam menit kemudian, ia mampu membalas lewat gol yang cukup apik. Berada di sisi kanan lini serang nampaknya Kabiay melihat kiper Sriwijaya, Teja Paku Alam lebih maju. Ia pun langsung mengirimkan bola ke gawang dan gollll. 1-1 untuk Arema FC yang kemudian berakhir hingga pertandingan berakhir.

Secara keseluruhan, Kabiay bermain apik. Bahkan sebenarnya ia cukup layak menyandang posisi pemain inti jika melihat konsistensi permainannya terutama saat melawan Mitra Kukar dan Sriwijaya FC. Tapi Kabiay pun sadar bahwa persaingan di tim Arema FC juga ketat. Karena itulah, ia ingin memaksimalkan kemampuan setiap diberikan kesempatan bermain.

"Tapi tidak mudah bermain di Arema. Saya ingin bagus dan memberikan yang terbaik buat keluarg," ujar pemain kelahiran 1991 ini.

Pujian pun diberikan oleh pelatih Joko Susilo. Ia menilai Marko adalah pemain dengan tipikal mampu membuat keputusan yang baik. Pelatih yang akrab disapa Gethuk ini menganggap gol ke gawang Sriwijaya FC adalah hasil ketepatan Marko di lapangan.

"Dia memiliki dua pilihan, antara mengirim crossing atau langsung shooting. Tapi, dia membaca kiper sudah keluar dan tidak berada di bawah mistar gawang. Dia menembak dan langsung gol," ucapnya.

Sekarang apakah kesempatan bermain lebih banyak akan didapatkan oleh Marco Kabiay?