Follow usĀ @ongisnadeNet

Emosi Joko Susilo Pun Meledak



Skor imbang 1-1 terjadi saat Arema FC melawat ke kandang Sriwijaya FC, Jumat (20/10) kemarin. Namun dalam laga ini ada hal yang tak biasa terjadi yaitu pelatih Joko Susilo yang nampak lebih emosional daripada biasanya.

Satu sikap emosional yang tertangkap kamera adalah saat Marco Kabiay dilanggar dalam kotak penalti namun wasit tak memberikan keputusan yang menguntungkan Arema. Joko Susilo pun beranjak dari bench dan nampak memprotes keputusan wasit meski kemudian kembali melempar senyum seolah tak percaya bahwa tak ada penalti untuk Arema.

Tak hanya keputusan tersebut namun sepanjang pertandingan Joko Susilo memang tak seperti biasanya yang memilih mengalah saat Arema FC tak diuntungkan oleh keputusan wasit.

Paham jika apa yang dilakukan tak seperti biasanya, pelatih yang akrab disapa Gethuk ini meminta maaf jika sikapnya dinilai kurang etis.

"Saya minta maaf mungkin sikap saya kurang etis dilihat kurang enak karena terpaksa. Saya sudah bilang ke wasit cadangan, saya hanya ingin menyelamatkan pemain," ujarnya.

Jadi alasan utama Gethuk bersikap lebih emosional adalah ingin melindungi pemainnya dari cedera atau hal fatal yang lain. Apalagi masih ingat di benak kita bahwa kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal karena benturan sesama pemain.

"Mendorong dan tackling adalah gerakan bahaya, tak ada cara lain selain cara saya agar lebih diperhatikan wasit. Jujur saya tak ingin dapat penalti atau yang lain hanya ingin menyelamatkan pemain,"tegas pelatih kelahiran Cepu ini.

Beruntung hasil akhir dari pertandingan juga tak buruk untuk Arema FC karena gol dari Marco Kabiay mampu membawa pulang satu poin dari Palembang.