Follow usĀ @ongisnadeNet

Pernah Latih Choirul Huda, Ini Kata Pelatih Arema FC



Meninggalnya Choirul Huda pasca pertandingan antara Persela melawan Semen Padang membuat sepakbola Indonesia berduka.

Rasa duka juga dirasakan oleh pelatih kiper Arema FC, Yanuar Hermansyah. Kiper yang akrab disapa begal ini sempat melatih Huda saat QNB League. Meski sebentar namun Begal merasa kehilangan sosok teman ngopi.

"Jika ada waktu senggang, kami sering ngopi," ujar Begal seperti dikutip dari bolanet.

"Di luar lapangan, Huda merupakan pribadi yang sangat menyenangkan. Apalagi, ia sosok humoris," sambungnya.

Begal sendiri mengaku terkejut dan nyaris tak percaya ketika dikabari Huda akhirnya wafat. Ia mengaku baru tahu bahwa Huda kritis usai bertabrakan dalam pertandingan.

"Saya kaget dan sangat sedih. Almarhum adalah sosok yang sangat baik. Kita semua kehilangan," tuturnya.

Sebelumnya, Choirul Huda menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (15/10) di RSUD Soegiri Lamongan. Pemain berusia 38 tahun ini ambruk tak sadarkan diri usai bertabrakan dengan rekan satu timnya, pada laga antara Persela Lamongan dan Semen Padang.

Begitu roboh di lapangan, Huda langsung mendapat bantuan tim medis. Bahkan, ia sempat mendapat bantuan oksigen sebelum dilarikan ke rumah sakit. Namun, takdir berkata lain. Kendati sudah mendapat pertolongan sedemikian rupa, nyawa. Huda tak tertolong. Legenda Persela ini menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.45 WIB.

Sementara itu, selain di luar lapangan, Begal juga memuji perilaku Huda di dalam lapangan. Menurut Begal, sebagai seorang atlet, Huda adalah contoh profesionalisme.

"Ia selalu respek dengan pelatih. Huda mau menerima evaluasi yang diberikan," ucap Begal.

"Ia juga antusias dengan program-program yang dibuat untuk menjaga performanya," ia menandaskan.

Sumber: bolanet