Follow us @ongisnadeNet

Review: Arema Gagal Kalahkan Persija



Arema FC gagal meneruskan tren positif mereka pada laga lanjutan Liga 1. Menjamu Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (24/09), klub berlogo singa mengepal ini hanya mampu bermain imbang dengan skor 1-1.  Gol tunggal Persija pada laga ini dicetak gacoan mereka, Bambang Pamungkas. Sementara, gol balasan Arema dicetak Esteban Vizcarra.

Arema mengawali laga ini dengan agresif.  Mereka sempat mengurung pertahanan Persija ketika babak pertama baru berlangsung tiga menit. Namun, gempuran demi gempuran pemain depan Arema selalu kandas di benteng pertahanan Persija. Semenit berselang, Hendro Siswanto, lolos dari jebakan pemain belakang Persija dan melepas sepakan keras ke pojok kiri bawah gawang. Namun, kali ini, Andritany Ardhiyasa sukses menangkap.

Menit 11, Cristian Gonzales mendapat peluang melalui sepakan bebasnya di muka kotak penalti Persija. Namun, Andritany masih sigap menepis bola sepakan penyerang gaek ini. Hendro Siswanto kembali mendapat peluang pada menit 16 usai mendapat sodoran Gonzales.  Namun, lagi-lagi, Andritany sukses menangkap bola yang mengarah ke pojok kiri bawah gawangnya.

Menit 22 giliran Arthur Cunha memiliki peluang memanfaatkan skenario sepak pojok. Namun, sundulan stopper Arema FC ini masih melenceng tipis dari sasaran. Andritany menunjukkan kelasnya sebagai penjaga gawang papan atas. Menit 25, menggunakan kakinya, ia menghalau sepakan Esteban Vizcarra yang meluncur deras ke gawang Persija.

Asyik menyerang, gawang Arema justru kebobolan pada menit 34. Memanfaatkan kesalahan lini belakang Arema menghalau umpan silang dari sisi kiri pertahanan mereka, Bambang Pamungkas menyambar bola liar dengan sepakan dari jarak dekat. Tertinggal satu gol, Arema FC coba membalas. Mereka kiat menggencarkan serbuan demi serbuan ke pertahanan Arema. Namun, sampai babak pertama tuntas, tak ada gol tercipta

Babak kedua, Arema terus mencoba membalas ketertinggalan mereka. Demi menambah daya dobrak, Dendi Santoso dimasukkan pada menit 47 menggantikan Benny Wahyudi. Masuknya Dendi membuat serangan-serangan Arema kian gencar. Namun, justru Persija dengan serangan-serangan balik mereka yang kerap membahayakan gawang tuan rumah.

Terus berupaya menambah daya dobrak, Arema kembali melakukan pergantian komposisi pemain pada menit 58. Cristian Gonzales ditarik keluar digantikan Dedik Setiawan. Serangan demi serangan Arema terus mengalir ke pertahanan Persija. Bahkan, sepakan Adam Alis pada menit ke-60 menghantam mistar gawang Andritany Ardhiyasa.

Tak mau timnya kecolongan, Persija memperkuat lini pertahanan mereka dengan memasukkan bek muda,Ryuji Utomo. Ia menggantikan Sandy Sute, yang berposisi sebagai gelandang bertahan. Menit 66, Bambang Pamungkas lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Arema, Dwi Kuswanto. Namun, sepakan Bepe, sapaan karib Bambang Pamungkas masih terlalu lemah.

Sebagai upaya terakhir menambah daya dobrak, Arema memasukkan Juan Pablo Pino pada menit ke 68. Ia masuk menggantikan Adam Alis. Masuknya Pino membuat serangan Arema kian menggigit. Berulang kali pemain asal Kolombia ini melepas umpan-umpan tajam ke pertahanan Persija.

Upaya Arema akhirnya berbuah pada menit 80. Memanfaatkan skrimit di muka gawang Persija, Esteban Vizcarra mampu menyamakan kedudukan. Mampu menyamakan kedudukan membuat serangan Arema kian deras. Berulang kali mereka menekan pertahanan Macan Kemayoran. Jelang laga usai, kedua tim sama-sama meningkatkan tempo permainan. Namun, sampai laga usai, tak ada tambahan gol tercipta.

Sumber: bolanet