Follow us @ongisnadeNet

Pemain Persegres Bisa Bisa Tapi Tak Bisa



Pelatih Persegres Gresik United, Hanafi tampaknya kecewa sekali dengan kekalahan timnya atas Arema FC dengan skor 3-2. 

Tak heran kekecewaan itu terjadi karena Persegres sempat unggul dua kali sebelum dibalikkan skor menjadi 3-2 jelang babak kedua berakhir. Tim berjuluk Laskar Joko Samudra ini sempat unggul 2-1 melalui gol dari Komarudin dan Patrick da Silva. 

Namun 10 menit jelang babak kedua berakhir, dua gol tambahan dari Arema FC melalui Jad Noureddine dan Dedik Setiawan membuat Arema FC berhasil membungkam perlawanan Persegres.

Hanafi pun merasa heran dengan yang terjadi pada tim Persegres. Bahkan pelatih asal Malang ini menyebut timnya seperti bisa menang tapi akhirnya selalu tak bisa.

"Bisa bisa tapi gak bisa itulah tim Gresik. Kemarin kasus di Serui juga sama dengan lawan Arema," ucapnya.

Tak segan, Hanafi juga mengkritik pemainnya yang justru tak memperlambat tempo permainan terutama saat skor sedang imbang 2-2. 

"Harusnya saat skor sudah imbang 2-2, tempo diperlambat tapi malah tergesa gesa seolah bisa lagi cetak gol," tandas mantan pelatih Perseru Serui ini.

Hanafi menyebut para pemainnya masih butuh pengalaman lagi terutama saat pertandingan seperti melawan Arema FC.

Bahkan atas kekalahan tersebut, Hanafi tak masalah jika ada yang akan menggantikan posisinya sebagai pelatih.

"Ya bosan kalah terus, silakan kalau ada yang mau menggantikan tapi hingga sekarang manajemen belum ada tanda mengganti saya," paparnya.

Kekalahan ini juga semakin membuat Persegres terjerembab di zona degradasi. Mereka masih mengoleksi 6 poin dan berada di posisi 17 klasemen sementara.