Follow usĀ @ongisnadeNet

Tribun Aremania: Yang Salah Aji Santoso Atau Pino?

created by ico Tuesday, 13 Jun 2017



Terlepas pertandingan melawan Perseru Serui, banyak kata yang terlontarkan dari Aremania yakni tentang Aji Out dan kritikan pedas lainnya.

Kadang kalau lihat Aji dengan tekanan Aremania saya sendiri merasa kasihan, karena mendengar kata-kata kotor yang diucapkan oleh Aremania kemarin membuat Aji berada dalam tekanan. Andai saya aji, pasti mental saya down dan mungkin tidak bisa tidur malam itu.

Mungkin aremania kesal dan kecewa karena disetiap laga tandang memperoleh hasil buruk, apalagi yang mengadakan tour ke luar kota. Dan itu wajar jika Aremania protes dan demo, karena dengan perjuangan mendukung Arema pasti butuh biaya dan waktu untuk mendukung arema berlaga. Memang, di setiap pertandingan ada yang namanya kalah dan ada yang menang, kita harus bisa menyikapi itu lebih dewasa.

Mungkin itu bentuk kekecewaan Aremania yang membuat kata-kata Aji out berkumandang di stadion Gajayana kemarin. Lantas haruskah Aji Santoso mundur? Saya rasa iya, karena Aji Santoso terlalu banyak alasan ketika kalah, kemudian aku yang paling tidak suka sekali ketika Aji Santoso mengkambing hitamkan Pino disaat kalah.

Menurut saya pino tidak terlalu buruk mainnya, akurasi passingnya keren, penguasaan bola keren, skill okelah tipe pemain latin yang suka meliak liuk, kurangnya mungkin kurang ngotot dan tidak mau merebut bola. Bisa jadi Pino mungkin mengatur stamina pada dirinya agar di babak kedua mainnya tidak capek dan tenaganya tidak terkuras.
Mungkin jika Pino dijadikan striker akan lebih berbahaya. Kepada manajemen pertahankanlah Pino karena saya yakin Pino ada saatnya dia menemukan jati dirinya. Kemudian Bustomi juga mainkan coach, dia pintar mengatur serangan maupun bertahan.

Mungkin pino selama ini kurang komunikasi dengan pelatih, kalau ada komunikasi baik tentunya perubahannya kelihatan. Kemudian jika pemain gaya mainnya tidak sesuai dengan yang di harapkan pelatih, maka jangan malah disuruh intropeksi diri. Kasihan tak dimainkan saat laga kandang maupun tandang bayangkan jika kalian berada di posisi pino, mungkin kalian merasa tidak dihargai. Pino butuh masukan, bukan di biarin saja tanpa ada arahan untuk menjadi lebih baik. Kemudian jangan sungkan mengganti pemain, beri pemain kepercayaan untuk tampil dan mengembangkan dirinya.

Kita harus bisa menoleh ke belakang jika dibandingkan ISC 2016 kemarin dengan banyaknya pemain yang absen karena cidera atau akumulasi, tapi Milo bisa merotasi tim dengan baik. Dan berhasil mencapai peringkat 2 ISC 2016. Bukan membandingkan, tapi ini kenyataan.

Memang juara piala Presiden tidak bisa di jadikan acuan untuk menjuarai liga 1. Karena musuh Arema saat piala Presiden levelnya tidak setinggi sekarang, setiap klub dulu masih meraba-raba kekuatannya di piala Presiden, jadi masih belum bisa dikatakan solid atau sudah kompak, mungkin kalau boleh dikatakan yang dulu musuh Arema saat piala presiden levelnya masih bintang 3, dan yang sekarang levelnya bisa dikatakan bintang 5 karena klub indonesia sekarang mempunyai kekuatan yang merata.

Ditulis oleh Andhika Stya


Opinion