Follow us @ongisnadeNet

Tribun Aremania: No Pino, No Problem

created by ico Tuesday, 30 May 2017



Setelah beberapa laga tim kebanggan Arema FC mengalami tren negatif dengan beberapa hasil kurang memuaskan, terutama terakhir kekalahan yang sangat menyakitkan di kandang laskar Joko Tingkir. Akhirnya, Arema mampu kembali ke jalur yang benar.

Menghadapi tim yang seringkali menyulitkan Arema dalam beberapa laga terakhir yakni tim Mitra Kukar. Cukup mengejutkan ketika mengetahui tidak adanya "marquee player" Arema Juan Pablo Pino dalam starting line up maupun pemain cadangan. 

Disini mungkin Coach Aji Santoso yang kerap mendengar kritikan kepada Pino mulai geram karena beberapa kesempatan yang telah diberikan tak kunjung mampu menunjukan kualitasnya. Bagi Pino, merupakan cambuk apakah dia masih tetap bermain "leha-leha" atau mau merubah permainan nya, karena secara skill jelas tidak ada masalah.

Eksperimen dilakukan oleh jajaran pelatih Arema FC. Dengan absennya beberapa pemain kunci dengan berbagai alasan seperti King Artur dan Bagas Adi Nugroho yang tak tergantikan di lini belakang ditambah Jad Nourredin yang akumulasi harus diganti dengan Saiful Indra Cahya dan Hanif Sjahbandi. Namun, credit point harus diberikan kepada duet dadakan ini karena bermain spartan sepanjang laga. Terbukti mampu clean sheet hingga akhir pertandingan dengan skor akhir 2-0.

Akan tetapi permainan Arema sempet monoton di babak pertama. Bahkan beberapa kali dibuat spot jantung oleh aksi wonderkid mitra kukar Septian David Maulana. Untung Arema mempunyai Kurnia Meiga yang mampu menunjukkan kelasnya.

Memasuki babak kedua perubahan dilakukan, masuknya Dendi Santoso serta Dedik "Drogba" Setiawan mampu mengubah jalannya pertandingan. Karakter keras cepat malangan mulai terlihat. Buntunya lini depan pada pertandingan ini mampu diimbangi dengan permainan ciamik dari barisan gelandang Arema. Ferry Aman Saragih yang akhirnya diturunkan mampu membuka skor dan mampu ditutup oleh canon ball Hendro Siswanto.

Kemenangan yang wajib disyukuri. Aremania berharap Arema tidak terlena dan terus berbenah. Terutama dalam hal finishing touch. Betapa tidak, banyak peluang didepan gawang yang tidak mampu dikonversi menjadi gol. Next match Arema harus bertandang ke saudara jauh Persija Jakarta. Meski Persija dalam beberapa match terakhir dalam tren negatif dan masih berkutat di atas zona degradasi tim Arema harus tetap fokus. 

Pemanfaatan set piece perlu diasah karena pada jaman coach Milo Arema terkenal dengan tim yang mampu menciptakan gol. Tetep tamanges Arema ku, salam satu jiwa !

Ditulis oleh @ozyadhamsyah

Bagi yang ingin mengirimkan tulisannya bisa email ke ongisnadenet@gmail.com


Opinion