Follow us @ongisnadeNet

Tangisan Hanif Sjahbandi



Bisa saja langkah kaki Hanif Sjahbandi lebih berat dari biasanya saat melakoni pertandingan. Ini karena 22 Mei lalu, sang ayah, Rony Sjahbandi meninggal dunia. Belum genap seminggu meninggalnya sang ayah, Hanif pun sudah berada di Malang.

Tentu saja untuk menjalankan sikap profesionalnya sebagai pemain Arema FC, apalagi tim sedang krisis stoper yang membuatnya harus kembali ke Malang untuk bertanding melawan Mitra Kukar. 

Satu hari sebelum laga, Hanif mewakili pemain untuk menghadiri sesi jumpa pers. Pemain jebolan diklat Persib ini tak seperti biasanya karena raut muka tak bisa berbohong bahwa dia masih dalam suasana duka.

"Saya bersikap profesional, urusan pekerjaan dan urusan pribadi berbeda beda," tegasnya saat ditanya soal situasinya yang masih berduka.

Saat pertandingan, sepanjang 90 menit Hanif tampil solid di lini belakang bersama Saiful Indra. Bahkan saat proses sepak pojok, ia sering muncul di depan dan sempat membuat dua peluang yang membahayakan gawang Mitra Kukar.

90 menit sukses dia lewati dengan baik. Arema FC menang 2-0 melawan Mitra Kukar dan mengantarkan tim asuhan Aji Santoso kembali ke posisi tiga klasemen sementara. Selepas pertandingan, Hanif tak kuasa menahan tangis. Ia kemudian dikuatkan mentalnya oleh Kurnia Meiga dan Saiful Indra. Menyusul kemudian Alfarizi yang memberikan dia semangat.

Menuju ruang ganti, ia ditemani M Rafli terus dikuatkan meski masih tampak sedikit tangisan. Tim pelatih hingga OVan Tobing juga menguatkan mental mantan pemain Persiba Balikpapan ini. Tak bisa dipungkiri bahwa tangisan Hanif usai laga adalah untuk sang ayah meski dia juga menyatakan terharu dengan semangat pemain Arema FC yang ingin mengakhiri episode negatif pasca kalah telak dari Persela Lamongan.

"Saya juga terharu dengan kerja keras pemain di lapangan," tegasnya.

Saat sesi jumpa pers, Hanif secara lantang menegaskan bahwa kemenangan atas Mitra Kukar membuktikan bahwa Arema adalah tim bagus.

"Ini adalah bukti bahwa Arema masih tim bagus," tandas Hanif.