Follow us @ongisnadeNet

Bangkit Singo Edan !

created by yudii.cungkrink Saturday, 27 May 2017



Jika ditanya “Apa yg harus di benahi arema musim ini?” Jawabannya salah satunya adalah mental pemain di menit akhir, apalagi ketika sudah unggul.

Arema jelas sering sekali “kecolongan” di menit akhir. Tentu hal ini menjadi sorotan dari semua pihak, baik pelatih, pemain, management, maupun aremania. Jadi ini sekaligus menjadi titik lemah arema musim ini.
tapi menurut saya bukan hanya itu, ada juga beberapa hal lain yg perlu dibenahi seperti

1. Konsistensi
Dari laga satu ke laga berikutnya konsistensi permainan memang dibutuhkan. Wajar jika ada penurunan atau peningkatan permainan, tapi yang jadi permasalahannya, turunnya performance arema terjadi ketika sudah main bagus kemudian menurun di laga berikutnya, hal ini akan jadi “boomerang” jika main bagus saat bermain dengan tim biasa kemudian bertemu dengan tim yang sama kuat di laga berikutnya.

2. Gaya Permainan
Ngeyel, penuh determinasi tinggi, umpan-umpan pendek, lugas dan tak kenal kompromi adalah ciri khas arema. Sempat menghilang di musim kemarin dan pada musim ini sukses dikembalikan, namun semakin mendekati akhir musim semakin berkurang, bisa jadi ada faktor-faktor tertentu yg membuat gaya permainan arema mengendor. Misalnya saja lawan sudah memahami cara bermain arema, faktor kejenuhan, atau faktor kelelahan fisik, tidak bisa di pungkiri memang tapi inilah “resiko” menjadi pemain arema dan hanya sedikit pemain yg bisa melakukannya, Tapi permainan itu kembali muncul saat berhasil menekuk Persipura di kanjuruhan beberapa waktu yang lalu.

3. Ketergantungan Terhadap Pemain
Sama seperti musim lalu, musim ini arema juga diisi oleh pemain jempolan, bahkan di lini tengah ada sosok Gustavo Lopez sebagai kreator serangan dan kapten Ahmad Bustomi sebagai penyeimbang lini tengah yang sangat kuat bila keduanya bermain bersama, hal yg tidak dimiliki arema di musim kemarin. Tapi hal ini juga menjadi “blunder” ketika pemain ini tidak bermain bersama. Hal ini terlihat di beberapa pertandingan, bahkan sangat jelas di laga semi-final kemarin. Tidak lupa barisan depan yang sangat subur dan tersubur di banding kontestan lain, terutama Samsul Arif yang lincah, Gonzales yang kaya pengalaman dan Beto yang punya akselerasi tinggi khas negeri Samba, bahkan mereka sudah sangat padu. Tanpa mengesampingkan pemain yg lain tapi inilah faktanya.

4. Formasi dan Kelemahan
Jika menganalisa formasi dari pemain-pemain tersebut maka memang formasi yg pas adalah 4-3-3. Sangat terbukti memang arema sangat kuat ditengah dan tajam di depan, tim pelatih memang sudah berinovasi dengan formasi lain macam 3-5-2 dan yang terbaru 4-3-1-2, lalu dimana kelemahan arema?

Dari 4-3-3 yg tajam di depan dan kuat di tengah ternyata meninggalkan “lubang” di lini pertahanan kanan-kiri, full-back yg membantu penyerangan terkadang “lupa pulang” sehingga mudah dimanfaatkan ketika terkena counter attack. Lalu 3-5-2, kelemahan arema ketika menggunakan formasi ini adalah lini belakang yg terkesan “kaku” dalam menerapkan formasi ini, padahal harapannya formasi ini bisa menangkal counter attack, namun nyatanya formasi ini hanya berhasil satu kali saat lawan Barito Putra, arema bisa menang telak. Tetapi untuk laga selanjutnya arema seolah kesulitan mengembangkan permainan. Hingga akhirnya harus kembali ke formasi 4-3-3 untuk mencetak gol. Dan 4-3-1-2, lebih kuat ditengah sehinnga arema pasti bisa lebih menekan lawan. Namun dalam mencetak gol arema masih kesulitan apalagi jika Gustavo di perketat pergerakannya.

Dari formasi 3-5-2 dan 4-3-1-2 kenapa arema kesulitan mencetak gol? Ini karena tidak ada sosok Samsul Arif yang bisa membantu Beto mengacak-acak pertahanan lawan, dan kembali ini soal ketergantungan terhadap pemain, walau banyak yang bilang kedalaman pemain arema memang merata, tapi fakta berbicara lain. Karakteristik setiap pemain memang berbeda. Dan pelatih lebih sering menggunakan Samsul arif sebagai senjata rahasia.

5. Pemain Muda
Sunarto, Dendi, Irsyad. Pemain muda yg minim menit bermain musim ini. Padahal musim lalu mereka yg menjadi super sub, terutama Sunarto yg lekat dengan julukan The Joker, belum lagi Gilang Ginarsa yang bisa mencetak gol saat pra-musim, padahal siapa tahu keberuntungan arema ada di kaki mereka. Dengan alibi kalah bersaing, mereka seolah tenggaelam oleh nama-nama pemain besar.

6. Pelatih
Suharno yang punya kelebihan pendekatan terhadap pemain diduetkan dengan legenda arema Joko “Gethuk” Susilo yang punya pengalaman dari pelatih-pelatih yang pernah menangani Arema diharapkan bisa memberi warna pada Arema musim ini. Yang menjadi sedikit sorotan adalah kenapa pemain muda jarang dimainkan? Apa mungkin seperti yang saya sebut di point sebelumnya atau apalah alasannya hanya beliau-beliau yang lebih paham, saya hanya bisa menduga-duga. Tanpa membandingkan dengan pelatih sebelumnya, tapi jika di lihat pada cara coach RD ada pelajaran yg bisa diambil. RD lebih suka memainkan pemain muda diantara pemain bintang, bahkan formasi yg biasa di pakai RD yaitu 4-4-2 bisa di terapkan. Sehingga winger Arema tidak mubadzir seperti musim ini. Siapapun pelatih arema musim depan, harapannya adalah semua pemain yg ada bisa dimaksimalkan.

Dan yg tidak kalah penting adalah keberadaan CEO di bench saat pertandingan. Tanpa mengurangi rasa hormat, alangkah baiknya jika CEO berada di tempat yg semestinya. Seperti yg dikatakan oleh komentator di salah satu stasiun TV, walau sakit didengar, setidaknya agar komentator tersebut tidak mengulang kalimat yg sama yaitu "CEO terlalu atraktif saat berada di bench, turut memberikan instruksi sehingga keleluasaan pelatih sedikit berkurang". Tapi saya kira Beliau punya alasan tersendiri tentang hal itu, mungkin agar bisa memberikan motivasi secara langsung kepada para pemain dilapangan. Tapi apapun itu masyarakat luas yg menilai.

Kesimpulannya arema musim ini terlalu bergantung pada pemain tertentu, kurang maksimalkan semua pemain yg di miliki sehingga hanya pemain yg berposisi sebagai gelandang tengah yg dominan bermain, dan winger arema seolah kalah bersaing. Sedikit saran dari saya agar bisa memaksimalkan pemain yg ada, misalkan jika Gustavo dan Bustomi tidak bisa bermain, mungkin bisa mencoba Dendi, Arif Suyono, Irsyad, dan juga Sunarto yg bisa bermain sebagai winger. Lini pertahanan fullback juga tidak terlalu jauh naik untuk membantu serangan, sehingga bisa cepat kembali ketika terkena counter attack. Memasang 2 gelandang tengah dan 2 striker, dan lebih memaksimalkan umpan croshing.

Ini memang seperti formasi andalan RD, tapi jika melihat jauh kebelakang, Robert hingga Janu juga menerapkan formasi yg hampir sama. Tak ada salahnya di coba untuk musim depan. Pastinya Coach Gethuk jauh lebih paham. Semoga pelatih musim depan bisa lebih baik lagi dalam menangani Arema.

Karena pengalaman adalah guru yg terbaik, semoga coach gethuk bisa menjadi pelatih yg terbaik bagi Arema kelak karena telah banyak bersama pelatih besar dan berpengalaman yang pernah menangani Arema.
Dan semoga Arema bisa kembali juara musim depan, dan berbicara banyak di ajang Internasional.

Terima Kasih dan Salam Satu Jiwa
Teruslah jadi Singo Edan
AREMA


Opinion