Follow us @ongisnadeNet

Tribun Aremania: Selera Kami Tinggi Coach

created by ico Thursday, 25 May 2017



Arema Singo Edan Jangan Loyo

Arema  Singo Edan Jangan Kendo

Kalau Arema Loyo, Kalau Arema Kendo

Bukan SINGO, tapi PUTRI SOLO.

Itulah yel-yel yang sering dikumandangkan oleh Aremania untuk menyemangati pemain ketika melihat permainan Arema kurang greget dan garang layaknya singa. 

Ya, permainan ngotot, keras dan tanpa kompromi memang menjadi ciri khas Arema sejak dahulu. Sehingga wajar jika Aremania meneriakkan yel-yel tersebut ketika Arema bertanding. Yel-yel ini sekaligus membuktikan bahwa selera publik Malang terhadap sepakbola dan ekspektasi mereka terhadap permainan arema sangat tinggi.

Publik Malang dibuat terkejut dan geleng-geleng kepala ketika menyaksikan tim kebanggaannya dibantai tanpa ampun oleh Persela Lamongan. Harapan untuk bangkit dari keterpurukan setelah menuai hasil minor di dua laga sebelumnya pupus seketika. 

Publik Malang memang pantas kecewa atas kekalahan ini terlebih lagi kekalahan ini didapat dengan skor yang sangat telak, empat gol tanpa balas. Hari ini bisa dikatakan merupakan permainan Arema yang paling buruk. Arema seakan kehilangan semangat dan spirit bermain. Arema hari ini benar-benar layaknya seorang PUTRI SOLO.

Kekalahan dalam pertandingan sepakbola memang hal yang biasa. Akan tetapi yang menjadikan kekalahan Arema tidak biasa kali ini adalah buruknya permainan Arema. 

Mungkin publik Malang bisa berlapang dada dengan kekalahan Arema jika para pemain benar-benar telah menampilkan permainan yang maksimal, tidak seperti sore hari ini. Memang, meraih kemenangan di setiap pertandingan adalah harapan publik Malang terhadap Arema. 

Tetapi permainan cantik dan menghibur adalah KEHARUSAN bagi Arema entah apapun hasil pertandingannya. Mengapa permainan cantik dan menghibur adalah sebuah keharusan bagi Arema? Karena selera publik Malang terhadap sepakbola sangatlah tinggi. Percuma banyak pemain bintang jika permainan di lapangan tidak menghibur dan miskin kreasi.

Kini tantangan ada di tangan Aji Santoso, mampukah ia meramu strategi dan menyuguhkan permainan yang menghibur kepada Aremania dan publik Malang secara keseluruhan. 

Sebab apabila tidak mampu, maka jangan terkejut apabila di kemudian hari muncul kembali spanduk besar yang bertuliskan “TAK LAGI EDAN” di stadion sebagai bentuk ekspresi kekecewaan Aremania terhadap permainan Arema.

Ditulis oleh @muhammad_n4jih


Opinion