Follow us @ongisnadeNet

Tribun Aremania: In Aji I Trust

created by ico Thursday, 25 May 2017



Memalukan kata yang paling tepat untuk menggambarkan permainan Arema kala dibantai Persela dengan skor telak 4 – 0 hari minggu kemarin. 

Sebuah hasil yang ayas yakin diluar ekspektasi dari seluruh Aremania, sebuah hasil yang sama sekali tidak diharapkan oleh ribuan Aremania yang bertandang langsung ke stadion Surajaya. 

Bisa dibilang permainan Arema kemarin merupakan permainan terburuk selama ditangani Aji Santoso. Lalu apa yang salah dengan Arema sehingga bisa dengan mudah dibobol 4 gol oleh Persela ?

Jika berbicara tentang taktik dan strategi mungkin bukan ranah ayas sebagai supporter, tapi tanpa menjadi coach pun kita tahu ada beberapa hal yang tidak berjalan baik di permainan Arema. Absennya dua pilar utama Arema di lini pertahanan Arthur Cunha dan Bagas Adi terbukti memberikan lubang besar di lini belakang Arema. 

Arema yang sebelumnya hanya kebobolan 2 gol dari 6 pertandingan tiba-tiba harus kemasukan 4 gol dalam satu pertandingan !. Bahkan Junda Irawan pun mengakui bahwa absennya Arthur dan Bagas sangat mempengaruhi permainan Arema. 

Itu artinya coach Aji harus memutar otak bagaimana agar pertahanan Arema tetap stabil tanpa kehadiran Arthur atau Bagas, karena jika tidak alamat kita akan melihat pertahanan yang amburadul seperti pertandingan di Surajaya.

Kemudian di lini tengah sosok Pino yang kita harap mampu menjadi sosok playmaker ternyata sampai kemarin tidak bisa menampilkan permainan sesuai ekspektasi, bahkan dalam pertandingan kemarin Pino akhirnya malah ditarik keluar lapangan. 

Entah karena faktor fisik atau memang Pino yang susah beradaptasi dengan permainan Arema, yang jelas kontribusi Pino untuk Arema bisa dibilang sangat minim, apalagi dengan statusnya sebagai marquee player harusnya Pino mampu memberikan kontribusi yang lebih dibanding pemain lain. 

Tercatat menurut ayas pribadi kontribusi Pino hanya terlihat ketika pertandingan melawan Bhayangkara FC ketika dia memberikan assist untuk gol dari Este Vizcarra, selain itu bisa dibilang permainan Pino tidak memuaskan. Jika memang kontribusi dari Pino tidak maksimal akan lebih baik untuk mencoba pemain-pemain yang selama ini jarang mendapat kesempatan main seperti FAS atau Bustomi.

Di lini depan sang singa tua kita El Loco Gonzales juga masih belum menampilkan permainan terbaiknya seperti ketika menjadi topskor di piala presiden lalu. Mungkin sesekali coach Aji perlu mempertimbangkan untuk mencadangkan Gonzales dan memberikan kesempatan bermain kepada para striker lain seperti Sunarto atau Dedik Setiawan yang sudah mampu mencetak 3 gol. 

Dan fakta pun membuktikan ketika Dedik bermain menghadapi Bhayangkara FC, Persiba, dan Barito Putera Arema mampu meraih kemenangan. Sebaliknya ketika Gonzales bermain menghadapi Persib, PSM, dan Madura United Arema malah gagal meraih kemenangan. 

Hal ini terjadi karena mungkin ketika Gonzales bermain seluruh aliran bola Arema seakan tertuju kepada Gonzales, inilah yang mungkin sudah diantisipasi lawan sehingga menyebabkan lini depan Arema menjadi buntu. Memang buntunya lini depan Arema bukan seluruhnya salah Gonzales, tapi mungkin coach Aji bisa mempertimbangkan untuk sesekali mencadangkan Gonzales apabila memang dia tidak dalam form terbaiknya.

Evaluasi memang harus segera dilakukan Arema apabila targetnya masih ingin juara Liga 1, tapi rasanya untuk mendepak coach Aji dari kursi kepelatihan rasanya masih terlalu awal.

Paling tidak berilah waktu minimal setengah musim bagi coach Aji untuk membuktikan diri. Apalagi sebenarnya kualitas coach Aji sudah terbukti ketika membawa Arema juara di piala presiden lalu. 

Coach Aji hanya perlu membuat permainan Arema seperti di piala presiden lalu, dan coach Aji pun sudah berjanji untuk membuat permainan Arema kembali garang seperti di piala presiden lalu, jadi kita tunggu saja nawak perubahan seperti apa yang akan dilakukan oleh coach Aji Santoso nanti. Jadi untuk saat ini tetap In Aji I Trust, tetep percoyo opo jare coach Aji !

SALAM SATU JIWA !

Penulis: Raihan Wishal Nafis (@raihan_mbakar)


Opinion