Follow us @ongisnadeNet

Tribun Aremania: Menyulap Pemain Arema Seperti Chelsea

created by ico Friday, 19 May 2017



"Think out of the box” mungkin ungkapan ini yang perlu di lakukan oleh coach Aji Santoso setelah dua hasil negatif yang di jalani Arema FC di Liga 1. 

Memang secara klasemen Arema FC masih berada di 3 besar hingga pekan ke 6 ini. Namun melihat permainan Arema FC setelah melawan Persiba Balikpapan, PSM Makasar dan Madura United yang masih kurang garang, rasanya perlu di lakukan “perubahan”. 

Sedikit menyinggung Chelsea yang menjadi juara EPL tahun ini, perjalanan anak ashuan Antonio Conte ini kasusnya “mirip” dengan Arema FC di awal Liga 1.

Saat itu EPL berjalan 6 pekan dan Chelsea berada pada peringkat 8, padahal pekan-pekan sebelumnya Chelsea berada di peringkat 2. Hal tersebut terjadi setelah pekan ke 4 sampai 6 meraih hasil negatif yaitu di tahan imbang Swansea City (2-2) dan di kalahkan Liverpool (1-2) serta Arsenal (3-0). 

Lalu apa yang dilakukan Antonio Conte terhadap Chelsea sehingga bisa menjadi juara EPL? Setelah di kalahkan Arsenal 3-0, ternyata Conte berani merubah pondasi formasi dasar Chelsea dari 4-1-4-1 menjadi 3-4-3 dan hasilnya juara EPL tahun ini. 

Melihat komposisi pemain Arema FC saat ini, bukan tidak mungkin untuk mencoba menurunkan tiga bek sekaligus dengan formasi 3-4-3, 3-5-2, bahkan 3-4-1-2. Tiga bek tersebut di isi Jad Nourrdine, Arthur Cunha dan Bagas Adi Nugraha. Untuk sayap kiri di isi John Al Farizi, sayap kanan Benny Wahyudi. Lini tengah di isi Hanif Sjahbandi dan Esteban Vizcarra. Sedangkan tiga pemain depan di isi Andrianto, Juan Pablo Pino dan Cristian Gonzalez. 

Tentunya ini hanyalah contoh gambaran perubahan yang bukan tidak mungkin bisa gunakan pada pertandingan - pertandingan selanjutnya. Terlepas formasi apa yang digunakan dan siapa saja starting line up serta strategi apa yang akan dimainkan oleh coach Aji Santoso pada pertandingan selanjutnya, tentunya kita mengharapkan “perubahan” terhadap permainan Arema FC itu sendiri. 

Bukan tidak mungkin coach Aji harus berpikir lebih keras lagi mengingat akan banyak menghadapi lawan - lawan yang cenderung bermain bertahan ketika menghadapi Arema FC seperti pada ISC A tahun lalu. 

Memang Arema FC bukanlah Chelsea dan Antonio Conte bukanlah Aji Santoso. “Andai saya Aji Santoso” saya akan melakukan “perubahan” entah itu susunan starting line up bahkan kalau di rasa perlu merubah pondasi formasi tim saat ini. 

Terlepas dari resiko yang akan terjadi ke depannya, toh segala keputusan pasti ada resiko. Tergantung bagaimana meminimalisir resiko yang akan terjadi.

Bukan tidak mungkin macam pemain seperti Oky Derry, Dio Permana, Andrianto, Dedik Setyawan di sulap menjadi pemain penting layaknya N’Golo Kante, Victor Moses dan Cesar Azpilicueta di Chelsea yang kemampuannya pada awal musim sempat di ragukan oleh beberapa pihak. 

Lantas akankah Arema FC bernasib sama seperti Chelsea yang menjadi juara EPL tahun ini? Terlalu dini memang untuk berbicara Juara. Kita nantikan saja, seperti apakah perubahan yang akan di lakukan coach Aji Santoso terhadap permainan Arema FC. Tentunya kita semua berharap Arema FC menjadi Juara Liga 1. Amin.

Ditulis oleh Fandi Putra Prastida

Twitter : @fandi2307

Bagi yang ingin mengirimkan tulisannya bisa email ke ongisnadenet@gmail.com


Opinion