Follow us @ongisnadeNet

Tribun Aremania: Enam Saran Untuk Aji Santoso

created by ico Wednesday, 17 May 2017



Sebelum saya memulai tulisan ini, ada sebuah game PC bernama “football manager” dimana kita diharuskan menjelma menjadi seorang manajer sepakbola yang pandai mengatur taktik tim agar bermain sesuai dengan yang kita harapkan. 

Dimana game tersebut mengajarkan kita arti sebuah kesabaran dan keberanian dalam mengatur strategi, berani mengganti pemain, harus pintar memberikan instruksi dan hal yang lain. Pada awalnya saya melatih tim ini Arema Cronus (saya main FM 2015) saya mencoba untuk terus mencari formasi yang dimana setiap saya kalah saya selalu mencoba mencari formasi baru, akhirnya saya berhasil menemukan formasi 4-3-3 dengan mental “control”. 

Namun semua terlambat, Arema Cronus berada diperingkat 10 dan saya pun dipecat. Setelah dipecat saya dikontrak oleh Sriwijaya FC, singkat cerita saya menggunakan formasi tersebut dan menjadi juara (game FM hanya perumpamaan jangan terlalu dilebih-lebihkan)

Andai saya Aji Santoso yang melatih tim yang beneran (bukan game), melihat dari pertandingan awal sampai akhir melawan Madura United. Harus ada pergantian formasi ataupun minimal pergantian susunan pemain, saya melihat perbedaan jauh dari pre-season dimana Arema FC salah satu pertandingan secara mengejutkan berhasil membalikkan skor SPFC menjadi 5-2. 

Waktu di preseason Aji berani menggunakan kecepatan sayap dan kekuatan lini tengah serta ketajaman lini depan oleh El Loco. Tusukan-tusukan sayap dan lini tengah pun seakan hilang ketika liga 1 dimulai, saya sempat berpikir positif bahwa Aji ingin tidak terlalu memaksakan pemain untuk bermain cepat dan keras untuk melakoni liga yang panjang, berbeda dengan pre-season yang hanya sebentar. 

Tapi melihat permainan Arema FC di liga 1 serasa monoton ditambah lagi coach Aji tidak berani mengganti pemain yang bermain kurang bagus dan juga tidak berani mempertahankan pemain muda yang form-nya masih tinggi (kalau di FM form-nya tinggi saya mainin terus coach hehe).
  
Kalau dilihat dari individu sebenarnya Arema FC punya tim inti dan kedalaman tim yang sangat bagus. Saya tidak ingin men-judge individu yang memang kelihatan bermain kurang bagus. Yang saya ingin tekankan adalah berani mengganti pemain dan mempertahankan pemain. Seperti misalkan Pino main kurang bagus, masukkan Bustomi, Bustomi main bagus atau form tinggi, pertahankan. 

Contoh lagi, andrianto main bagus atau form tinggi, jangan diganti dulu biarkan main dengan kepercayaan dirinya yang sedang tinggi, diganti kalo misal sudah capek atau cidera atau terbaca lawan. Misalkan, lini serang buntu dan El loco sudah terbaca permainannya, masukkan Dedik atau Sunarto ganti taktik dari target-man ke El Loco jadi main cepat sayap crossing mendatar ke Dedik atau Sunarto ataupun umpan-umpan terobosan dari tengah ke depan, secara mereka (dedik dan sunarto) punya kecepatan dan “mbukak” daerahnya bagus, bisa jadi selain finishing mereka ada lubang buat Vizcarra atau Adam Alis buat menusuk ke kotak penalti.

Selain pemain, ganti formasi juga diperlukan untuk mengubah taktik bermain Arema FC. Misalkan kita ditekan terus-terusan dari formasi 4-3-3 ganti ke 4-4-2 atau 4-4-1-1 biarkan kita dapat kontrol permainan dulu baru kembali lagi ke 4-3-3. Ganti formasi memang tidak mudah dan proses lama, tapi tidak ada salahnya dilakukan. 

Selain ganti formasi karena ditekan, ganti formasi karena kita seret goal juga bisa, contoh 4-3-3 sayap gagal karena di pressing lawan, ganti 4-4-2 diamond dengan memaksimalkan lini tengah, karena pasti apabila lawan pressing sayap otomatis lini tengah kosong. Dari sini bisa dilihat bagaimana formasi sangat berpengaruh, tapi dari diri saya pribadi untuk pergantian formasi tidak menjamin akan langsung “setel” tapi untuk pergantian pemain pasti bisa lah.

Inti dari tulisan saya ini ada beberapa poin:
1. Berani mengganti pemain yang bermain asal-asalan atau kurang baik
2. Mempertahankan pemain yang form-nya sedang tinggi, visi bermain bagus, goal banyak
3. Bermain cepat dan keras
4. Berani mengganti taktik permainan, agar tidak mudah dibaca lawan
5. Percaya diri ketika mengambil keputusan
6. Jangan terlambat

Akhir cerita, saya mohon maaf atas kelancangan saya dalam memberikan tulisan ini, sekali lagi saya mohon maaf coach Aji, saya sangat respek dan bangga dengan panjenengan #SaveCoachAji #InCoachAjiWeTrust.

Dan ini lah tambahan (bayangan) formasi menurut saya: 4-3-3 mental keras, ngeyel dan lugas.

Babak 1: Meiga, Alfarizie, Arthur, Bagas, Syaiful, Hanif, Adam, Bustomi, Vizcarra, Dedik, Andrianto
Babak 2: Meiga, Alfarizie, Arthur, Jad Nouredinne, Syaiful, Hendro, Adam, Bustomi, Vizcarra, El loco, Kecenk 

Ditulis oleh @ryan_9280

Bagi yang ingin mengirimkan tulisannya bisa email ke ongisnadenet@gmail.com


Opinion