Follow usĀ @ongisnadeNet

Menpora Bangga Banyak Pemain Indonesia Main Di Luar Negeri



Meski sepak bola Indonesia tengah dalam masa sanksi FIFA dan matinya kompetisi resmi. Namun Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menyatakan tetap bangga dengan sepak bola Indonesia.

Menpora mengaku bangga dengan para pemain Indonesia yang saat ini banyak yang berkiprah di luar negeri. Dirinya berharap kepada pesepakbola yang berada di negara orang tersebut, agar bisa turut mengharumkan nama bangsa dan negara.

Saat ini beberapa pemain Nasional tengah berkiprah di luar negeri, sebut saja Dedi Kusnandar dan Andik Vermansah yang ada di Malaysia, Greg Nwokolo dan Victor Igonefo di Thailand, Sergio Van Dijk di Austalia, hingga Irfan Bachdim yang ada Jepang. Selain itu masih ada beberapa nam lain yang melanjutkan karirnya di Timur Tengah, maupun Eropa.

"Bila melihat itu semua saya jadi berpikir Indonesia bisa mengirimkan pemain sebanyak-sebanyaknya ke luar negeri karena hal ini baik bagi Indonesia," ujar Imam Nahrawi di kantor Kemenpora (2/2) kemarin.

Menpora juga menambahkan, bahwa sanksi FIFA yang dijatuhkan ke Indonesia sejak 30 Mei 2015 lalu, ternyata tidak memengaruhi klub-klub luar negeri untuk merekrut pemain Indonesia. di mana paling terbaru, pemain muda Indonesia, Evan Dimas Darmono akhirnya tetap berangkat ke Spanyol untuk mengikuti trial Espanyol B.

"Tidak ada masalah dengan sanksi FIFA. Jadi kami perlu yakin para pemain yang bermain di luar negeri dapat meraih prestasi yang baik," tambah Menpora Imam Nahrawi, seperti dilansir Bolacom.

Pihak Kemenpora sendiri selaku perwakilan dari Pemerintah Indonesia, hingga saat ini belum juga mengirimkan wakilnya untu k masuk dalam Komite Ad-Hoc. Padahal komite tersebut merupakan bentukan FIFA untuk menyelesaikan konflik dalam sepak bola Indonesia.

Sejak awal FIFA telah mewajibkan Pemerintah melalui Kemenpora untuk mengirimkan wakilnya. Namun Kemenpora malah berkilah, bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi dengan federasi sepak bola dunia itu, agar sepak bola Indonesia segera terlepas dari sanksi.