Follow usĀ @ongisnadeNet

Tak Terbukti, 388 Suporter Tak Ditahan Polisi



Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah nampaknya benar-benar kecewa terhadap ulah suporter Surabaya United di Sragen.

Apalagi kejadian menjelang laga Arema Cronus kontra Surabaya United (SU) itu menewaskan dua Aremania (supporter Arema Cronus).

Yan Fitri meluapkan kekecewaannya di hadapan 388 orang suporter SU di Mapolrestabes, Minggu dini hari. Ratusan suporter ini baru tiba dari Sragen dengan diangkut sekitar 13 truk polisi.

Ratusan suporter ini dikumpulkan di halaman Mapolrestabes setelah tiba di Surabaya. Seluruh suporter dikelompokkan sesuai daerah asalnya. Para suporter ini kemudian didata dengan diambil sidik jari dan identitas lengkap.

Usai pendataan inilah Yan Fitri berbicara di hadapan supporter. Melalui pengeras suara, Yan Fitri mengungkapkan polisi sudah memberikan pengamanan untuk laga tersebut. Tapi suporter malah tidak menghargai pengamanan itu dengan berbuat onar.

"Saya benar-benar kecewa. Kami (polisi) sudah memberi pengamanan, tapi kalian tidak berterima kasih," kata Yan Fitri seperti dilansir dari tribunnews.

Menurutnya, supporter adalah kelompok pendukung tim olahraga. Tidak seharusnya supporter bentrok, apalagi sampai membunuh suporter lain. Dia berharap bentrokan antarsuporter di Sragen kemarin tidak terulang, baik di Surabaya maupun di luar Surabaya.

"Kalian boleh menjadi suporter fanatik. Tapi jangan jadi suporter pembunuh," tambahnya.

Sementara itu, Kabagops Polrestabes Surabaya, AKBP Raydian Kokrosono menyatakan pihaknya sengaja mendata seluruh suporter yang baru tiba di Surabaya itu. Pendataan ini sebagai database kepolisian. Bila para supporter itu terlibat dalam bentrokan antarsuporter atau kejahatan lain, pihaknya sudah memiliki datanya.

"Sebagaian suporter berasal dari luar Surabaya. Kami langsung pulangkan mereka ke rumahnya usai pendataan," kata Raydian.

Mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini menambahkan tidak semua suporter bisa dipulangkan ke Surabaya. Sebagaian suporter harus berurusan dengan Polres Sragen. Sebab saat pemeriksaan usai bentrokan itu, petugas menemukan senjata tajam dan barang terlarang.

"Sebagaian terbukti terlibat dalam bentrokan. Suporter yang tidak terlibat bentrokan langsung dipulangkan ke Surabaya," tambahnya. (trbn/mia)