Follow us @ongisnadeNet

Kalah Telak, Ini Kata Pelatih PBFC



Sebelum pertandingan final digelar, Pusamania Borneo FC adalah tim dengan tim yang jarang kebobolan. Namun semuanya berubah saat laga final dihelat, Minggu (12/3) di stadion Pakansari.

Lima gol beruntun terjadi ke gawang PBFC melalui hatrick Cristian Gonzales, sepakan Hanif Sjahbandi dan gol bunuh diri Michael Orah.

Pelatih PBFC, Ricky Nelson mengungkapkan keluarnya Yamashita menjadi awal masalah di lini belakang timnya.

"Keluarnya Yamashita memang jadi masalah buat lini belakang kami. Saat gol pertama Arema kami kemudian tertekan. Setelah babak pertama sebenarnya anak anak bangkit tapi gol keempat membuat pemain makin hancur mentalnya," ucapnya.

Digantinya Yamashita menurut Ricky menjadi kunci karena pemain asal Jepang tersebut sebelumnya selalu fit. 

"Karena pasca Yama cedera, pemain kaget apalagi selama latihan dia fit," ucap pelatih yang seusai final akan melatih PBFC U-21 ini.

Keluarnya Yamashita pun diakui oleh Ricky membuat lini pertahanan keropos terutama Dirkir yang tak mampu berduet baik dengan pemain pengganti, Firly.

"Dirkir memang akhirnya keropos kalau Yama keluar. Kehilangan dia meruntuhkan koordinasi pemain belakang, apalagi di Arema ada sosok seperti Gonzales," pungkasnya.