Follow us @ongisnadeNet

Seperti Film Korea, Kanjuruhan Sajikan Drama Sepakbola Terbaik di Indonesia

created by ico Wednesday, 8 Mar 2017



Minggu, 5 maret 2017, langit Malang raya terlihat seperti hari-hari biasanya yang terlihat mendung dan diiringi hujan dalam beberapa saat.

Di hari itu warga Malang raya khususnya Aremania menanti dengan penuh harap-harap cemas laga klub kebanggannya Arema FC yang akan berjuang menghadapi laga hidup dan mati melawan Semen Padang di semifinal Piala Presiden 2017. B

agaimana tidak, Semen padang datang ke Malang dengan mengantongi kemenangan 1-0 di leg pertama yang digelar di stadion H. Agus Salim Padang. Bagi tim manapun skor 1-0 dirasa lebih sulit dibalas ketimbang skor 2-1 atau 3-2 di kandang lawan. Ini karena Arema tak menghasilkan gol tandang di Padang dan diwajibkan untuk tidak kebobolan di Kanjuruhan jika mampu menang dengan angka tipis.

Semen padang datang ke Malang dengan kepercayaan yang tinggi setelah mereka mampu menjadi tim paling produktif dan tanpa kebobolan sekalipun di ajang Piala Presiden kali ini.

Ketika peluit kick of dibunyikan, skuad Arema FC langsung melancarkan serangan demi serangan untuk mencuri gol cepat agar perjuangan menjadi lebih mudah. Namun beban dari punggawa Arema membuat serangan-serangan singo edan masih belum bisa menghasilkan apapun hingga memasuki menit duapuluhan.

Perjuangan Arema FC semakin berat dan peluang Arema terlihat akan pupus ketika Semen Padang berhasil mencetak dua gol kilat melalui Marcel Sacramento dan Vendry Mofu. Bagaimana tidak kali ini Arema tertinggal agregat 0-3!. Namun ada 1 nama punggawa Arema yang membuat kita percaya bahwa perjuangan Arema belum usai dan kita percaya bahwa akan ada keajaiban di Kanjuruhan!. Ya, dia adalah si gila Gonzales!. Gonzales berhasil membalas dengan dua gol kilat pula melalui sontekan pelan ketika lolos dari jebakan offside dan tendangan bebas mautnya.

Bagi orang awam diluar fans Aremania dan fans Semen padang, ini adalah pertandingan yang sangat menghibur karena terjadi banyak gol dibabak pertama dimana 4 gol yang terjadi tak kurang dari 10 menit. Namun bagi fans kedua tim yang bertanding laga ini begitu sangat mendebarkan. Terlebih bagi Arema, dibutuhkan mental yang kuat untuk mampu membalikan keadaan melawan tim dengan pertahan terbaik di Piala Presiden.

Namun pada menit 65 dewi fortuna tampak menghapiri Arema ketika umpan crossing yang dilepaskan Saiful indra cahya yang sebenarnya mampu ditinju oleh penjaga gawang Semen Padang M.Ridwan malah membentur badan El Loco Gonzales dan masuk kegawang Semen Padang yang merubah skor menjadi 3-2.

Aremania kembali bergemuruh, Aremania semakin percaya bahwa keajaiban itu akan datang, dan Aremania semakin yakin akan terjadi Drama di stadion Kanjuruhan! Dipinggir lapangan jajaran pelatih Arema yang dipimpin Aji Santoso sedang memutar otak dalam meracik strategi demi mengejar 1 gol lagi agar Arema mampu lolos ke Final.

Dan perjudian dilakukan oleh aji santoso ketika manarik Junda Irawan seorang stoper yang digantikan oleh Arif Keceng Suyono yang notabene adalah seorang Winger. Namun keputusan ini memang harus dibuat oleh Coach Aji, tak ada jalan lain Arema memang harus menyerang habis-habisan.

Dan di menit ke 88 sebuah pergerakan oleh dedik setiawan yang mengirimkan umpan cossing ke Papito Gonzales berhasil diheading dan merobek jala Semen Padang!. DRAMA terjadi, keajaiban itu Terjadi!, dan aktornya adalah EL LOCO Gonzales!.

Bayangkan, seorang pemain yang telah berusia 40 tahun berhasil mencetak 4 gol di pertandingan dengan intensitas tinggi dan penuh tekanan!. Aremania bersorak, Aremania Bergemuruh, bahkan terlihat Aremania dan Aremania Licek tak dapat menahan air matanya ketika menyaksikan gol El Loco.

Kredit untuk sang juru taktik Aji Santoso yang berani melakukan perjudian dengan memasukan Dedik Setiawan yang belum sekalipun diturunkan di Piala Presiden kali ini. Jelas taktik ini tak terdeteksi coach Nil Maizar karena Dedik belum sekalipun diturunkan. Dedik yang seorang putra asli Malang berhasil menjawab kepercayaan Coach Aji dengan bermain sangat baik.

Dibalik sorak gembira yang terjadi di Kanjuruhan perjuangan Arema jelas belum usai ketika oficial pertandingan memberikan tambahan waktu 4 menit. Injury time yang dirasa sangat lama oleh publik kanjuruhan. Kali ini Semen Padang yang turun menyerang habis-habisan menggempur pertahanan Arema. Bahkan ketika waktu injury time sudah lewat dan memasuki menit ke 95 wasit memberi hadiah tendangan bebas yang sangat berbahaya pada Semen Padang. Seluruh pemain Semen Padang maju ke area pertahan Arema termasuk sang kiper M.Ridwan.

Dan dimenit akhir pertandingan ini kita diingatkan pada laga semifinal liga champions 2012 antara Barcelona vs Chelsea dimana Fernando Torres berhasil mengambil bola sepakan keras kedepan dan berlari sendirian melawati Victor Valdes dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memupus harapan Barcelona melaju ke Final.

Itulah yang terjadi di Kanjuruhan ketika sepakan keluar lapangan pemain Arema berhasil diambil Cristian gonzales dan berlari sendirian membawa bola ke gawang semen padang yang sudah tak berpenghuni untuk memupus mimpi Semen Padang melaju ke Final dan membuat skor menjadi 5-2!. Istimewanya rekor berhasil dibuat El Loco gonzales dengan mencetak 5 gol dalam satu pertandingan!.

Mungkin banyak pemain yang masih bermain diusia kepala empat. Namun saya tak pernah tau ada seorang pemain sepakbola yang berhasil mencetak Quintrick diatas umur 40 tahun!. Dia adalah seorang Cristian “El Loco” Gonzales, seorang Striker, Predator, dan Singa bagi Aremania!. Sebuah malam yang tak akan pernah dilupakan oleh Gonzales, Arema FC, dan Aremania. COME BACK IS REAL!!!.

Ditulis oleh Ahmad Wira


Opinion