Follow us @ongisnadeNet

Flare Dinyalakan, Arema Berpotensi Didenda Hingga 300 Juta



Keikutsertaan Arema Cronus di AFC Cup membutuhkan kerjasama dari semua pihak, khususnya Aremania. Sebab, aturan ketat diberlakukan oleh AFC untuk pertandingan AFC Cup. Salah satu aturan yang sangat-sangat ditekankan oleh manajemen adalah terkait flare dan bomb smoke.

Manager Bisnis dan Marketing Arema, Fuad Ardiansyah menjelaskan denda flare dalam sebuah pertandingan AFC sangatlah memberatkan klub. 

"Jadi hitungan hukumannya bukan sekadar ada flare di laga Arema. Tapi, berapa kali flare dan bomb smoke dinyalakan, juga masuk hitungan," terang Fuad seperti dikutip dari Malang Post.

Regulasi PT Liga Indonesia hanya memberi sanksi begitu ada flare dinyalakan dalam stadion, tidak peduli berapa kali penyalaannya. Namun, AFC berbeda. Berapa kali jumlah flare yang dinyalakan dalam pertandingan dihitung secara detail oleh AFC. Satu kali penyalaan flare di AFC Cup oleh suporter, membuahkan sanksi dengan nilai 5000 dollar Amerika, atau senilai 60 jutaan rupiah.

"Bukan 5000 dollar lalu selesai, tapi dikalikan berapa kali flare dinyalakan saat pertandingan AFC Cup. Kalau selama pertandingan dinyalakan lima kali, ya tinggal dikalikan. 25 ribu dollar Amerika sebagai sanksi flare itu sangatlah banyak," tutur pria berkacamata itu.

Jika flare dinyalakan lima kali dalam laga AFC Cup, maka Arema berpotensi kena denda hukuman 300 juta. Karena itu, manajemen memohon dengan sangat agar Aremania meninggalkan budaya flare dan smoke bomb, demi Arema.

"Sudah cukuplah era flare itu, sekarang kita coba masuk ke zamannya kreasi baru, yang tidak dilarang oleh AFC," tutupnya. (mia/adi)