Follow us @ongisnadeNet

Terima Kasih Milo



Tak akan lagi kita melihat setiap pertandingan selesai ada seorang pelatih yang berperan sebagai dirigen untuk Aremania. Milo bisa saja menjadi pelatih pertama yang mampu menggantikan peran seorang Yuli Sumpil.

Namun untuk musim 2017 dipastikan tak akan lagi aksi serupa karena Milo sudah tak lagi melatih Arema. Manajemen dan Milo tak menemui kata sepakat pada nilai kontrak untuk musim depan. Berbicara mengenai Milo, saya pribadi sudah kenal lama dengan dia terutama sejak dia melatih Arema IPL empat tahun silam.

Pelatih asal Bosnia ini adalah salah satu pelatih di Indonesia yang disiplin terutama dalam konsumsi para pemain. Jangan harap ada nasi goreng atau lauk lainnya yang kandungan minyaknya. Sekali itu ada sudah dipastikan dilarang makan atau dia minta ganti menu yang lain. Pernah satu kali setelah meliput latihan Arema IPL, pemain makan di kantor mereka yang dulu ada di Jalan Jakarta. Wartawan pun diajak, ah jangan harap bisa makan enak karena jenis makanannya untuk atlit semua. Menunya tidak cuma satu atau dua tapi beragam tapi yang sesuai dengan selera lidah kita ini yang susah, alhasil saya cuma mengambil pisang karena cuma itu yang sesuai dengan selera lidah.

Namun penjagaan konsumsi pemain ini menghasilkan efek yang moncer. Dua kali bermain, dua kali mampu meraih kemenangan dengan permainan yang enak ditonton. Namun seketika badai datang dan Arema IPL pun pecah. Milo pun ikut dalam gerbong Noh Alam Shah dkk, sayang dia hanya melatih dan tak sampai melatih di pertandingan resmi.

Kondisi ini membuatnya memutuskan tak lagi bersama Arema. Kemudian lama tak muncul, ia menjadi nahkoda dari Barito Putera. Polesannya pun lumayan tak mengecewakan karena Barito sempat bertengger di papan atas klasemen. Namun kompetisi terhenti, dia punakhirnya meninggalkan Indonesia lagi. Nasib yang tak selalu baik bersamanya.

Tapi seolah angin nasib itu berubah saat ia datang ke Arema. Milo tak lagi berhenti masa kepelatihannya di tengah jalan. Pertama datang, ia langsung mempersembahkan gelar di ajang Bali Island Cup dengan mengalahkan tim seperti PSS Sleman, Bali United dan Persib Bandung.

Seusai Bali Island Cup ini, dia dengan berani melakukan pencoretan pada duo spanyol yang sebelumnya digandrungi Aremania, Toni Mossi dan Kiko Insa. Tak heran jika posisinya sempat digoyang karena pencoretan tersebut. Ia semakin digoyang saat gagal mengantarkan Arema juara pada Piala Gubernur Kaltim.

Namun sebuah pembuktian dia berikan saat gelaran Piala Bhayangkara. Pada partai puncak, tim asuhan Milo mampu menggulingkan perlawanan Persib Bandung dengan skor 2-0. Namanya kian melambung, dielu elukan. Belum lagi saya pribadi sempat merekam bagaimana ia menjadi dirigen Arema di GBK usai memastikan gelar juara. Luar biasa orang ini.

Berlanjut ke turnamen berbalut kompetisi Torabika Soccer Championship. Arema tentu saja menjadi salah satu yang dijagokan menjadi jawara meski target sebenarnya adalah hanya meraih runner up. Perjalanan tim Singo Edan dalam turnamen ini relatif mulus, bahkan sepanjang gelaran kompetisi tak pernah mereka keluar dari posisi tiga besar.

Dengan Milo, Arema tercatat mampu menjadi tim kuat saat melakoni partai tandang. Beberapa kali mereka mampu memenangkan pertandingan di kandang lawan. Namun sisi lain kadang tak terduga bisa kalah dengan tim yang kualitasnya lebih di bawah seperti PS TNI dan PBFC saat bermain di Kanjuruhan.

Hasil runner up pun digapai. Tak ada yang mengolok prestasinya meski Arema gagal juara. Hanya satu mungkin yang diinginkan Aremania, meminta Arema bermain lebih atraktif dan menghibur. Manajemen pun tak menutup mata dengan apa yang telah diberikannya. Tawaran kontrak baru datang, meski saya yakin nilai kontraknya masih kurang dari harapan seorang Milo.

Akhirnya, ucapan selamat tinggal harus kita ucapkan kepada Milo. Meski tak menutup peluang dia akan kembali suatu saat nanti tapi yang jelas tak akan ada lagi pelatih yang dengan riang gembiranya menjadi dirigen Aremania dimanapun Arema bermain. Seorang pelatih yang katanya mirip mister bean yang selalu berapi api dalam memberikan instruksi.

Terima kasih Milo...

Ditulis oleh Muhammad Irfan (@irfanglen)
Bekerja di Ongisnade.co.id