Follow us @ongisnadeNet

Kegemilangan AK Sisihkan Meiga dan Kadek



Meski sempat akan tersisih karena kondisi fisiknya yang kurang ideal, Achmad Kurniawan akhirnya dapat membuktikan kemampuannya dalam delapan partai terakhir. Dengan status kiper ketiga, AK membuktikan ia mampu tampil baik mengawal gawang Arema Cronus.

Bersama Arema pada TSC 2016 ini, AK telah mementahkan 26 tembakan dari 32 tembakan dalam delapan pertandingan. Bahkan, ia sukses mencatatkan clean sheet empat kali. Kiper kelahiran Jakarta, 31 Oktober 1977 ini telah mempersembahkan empat kemenangan, dua kali imbang dan dua kekalahan bagi Arema Cronus.

Hasilnya, Milomir Seslija kini menganggapnya sebagai pahlawan Arema dalam beberapa laga terakhir. Sekarang pandangan sebelah mata di awal musim lalu sekarang telah runtuh. 

“Untuk saat ini dia adalah kiper terbaik, tidak peduli dengan berat badannya,” ucap Milo.

Sebagai penjaga gawang, dengan tinggi badan 175 cm, berat badan mencapai 86 kg, fisik AK terbilang tidak ideal. Akan tetapi, Yanuar Hermansyah, Pelatih kiper Arema, mengatakan sebenarnya Arema beruntung memiliki kiper yang berpengalaman. Saat berhadapan dengan situasi kiper utama cidera bersamaan, maka pengalaman akhirnya yang berbicara.

“AK punya pengalaman, meskipun mungkin secara fisik tidak seperti dulu lagi. Naluri yang seharusnya menjadi penjaga gawang yang baik masih tetap ada dalam dirinya. Saya rasa kelincahan AK bukan hanya catatan masa lalu, tapi juga untuk saat ini. Hal itu sudah dia buktikan saat dia diturunkan dalam pertandingan,” ucap pelatih kiper yang akrab disapa Begal ini.

“AK telah mencoba membuktikan bahwa pandangan orang selama ini salah. Setidaknya orang tidak melihat AK dari tampilan luarnya, tapi apa yang dilakukannya untuk tim ini,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut AK, pencapaiannya pada delapan laga terakhir ini bukanlah suatu kebetulan. Selama 18 partai sebagai kiper cadangan, dirinya tetap berlatih maksimal. “Menjaga kondisi itu memang penting. Setiap pemain memang dituntut untuk siap bila sewaktu-waktu diharuskan turun di lapangan,” katanya.

Soal banyaknya pujian tentang refleknya yang masih mumpuni, AK menilai hal itu bukanlah hal yang aneh. “Sebenarnya ini bukan hal yang instan sebab reflek bisa dibentuk dari pengalaman dan juga latihan,” ujarnya seperti dilansir dari juaranet.