Follow usĀ @ongisnadeNet

Curhat Warga Asli Madura: Malang, Arema dan Nafkah

created by ico Monday, 5 Sep 2016



Kenalkan, saya Saroki Siswanto. Perantauan berdarah Madura (Pamekasan), tetapi lahir di Situbondo. Saat ini saya tinggal di Arjowinangun.

Saya pertama jejakkan kaki di Malang tahun 2010 untuk mencari kerja dan mendekatkan dengan calon istri yang asli Malang. Disini, saya diterima dengan sangat baik. Sahabat sabahat saya yang asli Ngalam, tidak pernah tutup mata sampai saya mendapat pekerjaan disini. Saya merasa seperti dirumah sendiri. Saya semakin betah di kota ini.

Dan sejak Copa INDONESIA, saya sangat mengidolakan Arema Malang. Dan pertandingan pertama yang saya tonton di Kanjuruhan adalah ketika Arema mengalahkan Bontang FC 8-0. Saya terharu, karena saat jeda babak 1, saya lapar dan uang saya hanya cukup untuk bensin pulang. Disitulah saya pertama kali merasa memiliki saudara. Rekan rekan Aremania membagi makanan dengan saya. Sungguh sebuah sikap yang patut ditiru.

Dan ketika di Madura ada tim sepakbola yg masuk ISL, ada kegalauan dihati saya, antara mendukung tim idola atau tim leluhur. Tetapi sejujurnya saya berharap Madura bisa sesukses AREMA, baik tim maupun suporternya. Namun sangat disayangkan, kelompok suporter madura sudah disusupi oknum suporter lain yang notabene sangat kontra dengan Arema.

Ada ketakutan dalam diri saya, bagaimana kalau teman teman suporter Madura terprovokasi dan melakukan hal konyol? Bagaimana nasib kami yang diperantauan? Bagaimana kelanjutan hubungan baik antara orang MALANG dan pendatang dari Madura? Karena saya tahu betul seperti apa orang Madura, satu orang disalahi, bisa sekampung yang datang. Beruntung sejauh ini semua baik baik saja.

Dan saya bersyukur, Aremania sangat dewasa, mendukung AREMA 100% selama 90 menit, dan tetap menjaga persaudaraan diluar lapangan. Kami sangat beruntung, diberi kesempatan mencari nafkah di tanah ini, diterima dengan baik, dianggap saudara. Semoga ke depan tak ada lagi provokasi konyol. Semoga Aremania dan TretanMania tetap berhubungan baik.

Salam satu jiwa.

Ditulis oleh Saroki Siswanto
<saroki.siswanto89@gmail.com>


Opinion