Follow us @ongisnadeNet

Kanjuruhan, Kok Sepi Sih?

created by ico Monday, 25 Jul 2016



Salam Satu Jiwa Nawak-nawakku, ayas mau sedikit ngeluarin unek-unek seputar keluhan dari Coach Milo soal semakin sepinya stadion kanjuruhan belakangan ini.

“Semakin hari stadion kanjuruhan kok semakin sepi? Jare aremania iku selalu hadir dimanapun arema berlaga ?”

Mungkin itu beberapa pertanyaan yang sering di lontarkan saat ini, apalagi buat yang “Cuma” sering nonton di Televisi seperti ayas, maklum aremania “working class” saiki  lihat televisi saat arema berlaga tapi sound yang terdengar cuma suara komentator, tidak berisik seperti biasanya.

Faktanya yang lebih mengherankan lagi, situasi seperti ini bukan hanya terjadi di pertandingan “kecil” Arema, bahkan laga home yang bertajuk Big Match pun situasi ini sering di temukan yakni stadion tidak pernah full lagi. Kenapa sih?

Beberapa alasan yang cukup logis (tanpa menyinggung soal dualisme bla bla bla itu), menurut ayas yaitu seringnya pertandingan TSC ini di gelar pada malam hari atau terlalu malam, yang dulunya malam itu pukul 19.00 tapi sekarang jadi 21.00 apalagi kondisi cuaca yang tidak tentu siang panas tapi tau tau malam hujan deras, lak yo nggarai wegah budal se beh hehehe yo gak se?

Okelah , jika tidak ingin ada pihak yang “disalahkan” mengenai ketentuan jam pertandingan yang bisa di bilang terlalu malam yang memang di tentukan pihak penyelenggara kompetisi, maka sekarang giliran pihak penyelenggara pertandingan yang memberikan solusi.

Gimana caranya stadion bisa rame lagi, padahal ada istilah aremania itu supporter bukan penonton, artinya aremania itu bukan sekedar konsumen pertandingan yang harus di suguhi promosi suatu produk tertentu untuk mau membeli dan datang tanpa ada promosi tertentu aremania pasti datang dan membeli. Dulu sih seperti itu.

Namun istilah tersebut bisa dikatakan semakin pudar Karena sepakbola modern seperti supermarket yang terus berkembang, bagaimanapun solusinya menurut ayas sepenuhnya ada ditangan manajemen pertandingan, ayas tahu beberapa upaya yang dilakukan manajemen bisa di katakan sangat bagus dan mengikuti modernisasi industri sepak bola tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana strategi manajemen “Mempromosikan” sebuah pertandingan sehingga Aremania benar benar tertarik untuk datang ke stadion tanpa harus mengeluhkan kurangnya dukugan aremania.

Ya namanya juga “jualan” tentu kalo pengen rame kan harus ada strategi tertentu entah bagaimana itu caranya agar “dagangannya” rame. Karena aremania juga termasuk “konsumen” yang cerdas. Jadi harus di berikan sebuah “Promosi” yang cerdas pula.

Kurang lebih seperti itu menurut ayas, sekian beberapa unek-unek dari ayas soal sepinya stadion. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah kata yang tidak sengaja menyiggung pihak-pihak tertentu .

SALAM SATU JIWA !!! AREMA

Ditulis oleh Mohamad Rizki : (mr.rizkimohamad@gmail.com)
Twitter : @Rzkii_


Opinion