Follow us @ongisnadeNet

Joko Susilo: Perantara Mafia Bola, Pengkhianat Bangsa



Dua hari terakhir Sepakbola Indonesia diramaikan dengan kabar mengenai keberadaan mafia judi bola. Adalah pria berinisial BS yang awalnya mengaku sebagai perantara antara bandar asing dengan pesepakbola Indonesia.

Rabu kemarin, giliran mantan pelatih Persegres Gresik yang juga mantan pelatih Arema U-21, Agus Yuwono yang juga mengaku pernah ditawari mafia bola untuk mengatur skor. Ada juga Gunawan yang merupakan pelatih Persipur Purwodadi yang juga mengalami hal yang sama.

Sontak hal ini menjadi perhatian insan bola Indonesia, termasuk asisten pelatih Arema Cronus, Joko Susilo. Pria yang akrab disapa Gethuk ini menyatakan bahwa yang menjadi penghubung dengan bandar asal luar negeri adalah pengkhianat bangsa. Dalam akun twitternya, Gethuk juga mempertanyakan harusnya orang seperti itulah yang ditangkap dan jangan dianggap sebagai pahlawan.

"Sudah jelas dan ngaku di tv kalau dia penghubung dg bandar (luar negri) ini kan pengkhianat bangsa? Tapi gak di tangkap?(diangap pahlawan?)," tulis pria kelahiran Cepu ini.

Pemain legendaris Arema ini juga menuding bahwa perantara atau penyuap yang kerjasama dengan bandar asing memiliki sifat yang jahat karena sudah tega menghancurkan sepakbola Indonesia. (Baca juga: Persebaya Sambut Tawaran Ujicoba Arema Cronus)
 
"Jahat sekali, bekerja sama dengan orang asing (bandar asing) untuk menghancurkan sepak bola negara sendiri, sebagai perantara atau penyuap," tegas Gethuk. (mia/adi)