Follow us @ongisnadeNet

Up Close: Samsul Arif, Sang Penulis di Arema



Selain piawai menghasilkan gol bersama Arema Cronus, striker gesit Samsul Arif Munip juga lincah dalam merangkai kata. 

Berbekal kepekaanya dalam menangkap fenomena sosial yang ada, tulisan striker kelahiran Bojonegoro itu banyak dipercaya media lokal di kampung halamannya. Sepanjang 2012 hingga 2013, Samsul cukup produktif menyumbang opini dan berita di sejumlah media massa di tempatnya.

"Waktu itu saya sedang bermain di Persibo. Kampung halaman saya kaya minyak. Ada banyak imbas yang dirasakan tetangga dan petani di lingkungan saya," kata Samsul Arif Munip seperti dilansir dari viva.

Eksplorasi minyak di Bojonegoro menurutnya membahwa banyak dampak baik positif dan negatif. Di sekitar lingkungannya, ada banyak tetangga yang berprofesi sebagai petani merasakan dampak pahit atas eksplorasi minyak itu. 

Pesepakbola yang punya latar belakang pendidikan di bidang ekonomi ini pun mulai menggali informasi tentang dampak itu. Untuk mendapatkan informasi lengkap, dia pun melengkapi informasi dari berbagai buku dan sumber data tertulis hingga terjun langsung ke lapangan.

Hasilnya, sepanjang satu musim itu, tulisannya muncul menghias berbagai surat kabar lokal. "Saya kirim e-mail ke redaksi. Bentuknya bisa opini dan berita biasa," katanya.

Walaupun tak semua tulisannya muncul di surat kabar, namun Samsul gigih mengirim karyanya hampir setiap hari kepada sejumlah media lokal. "Intens setiap hari menulis, yang dipublish beberapa saja," katanya.

Menurutnya ada kepuasaan tersendiri ketika tulisannya dipublikasi di media massa. Ada rasa bangga saat kisah kelompok petani yang sebelumnya tak muncul ke permukaan bisa dibaca dan diketahui banyak pembaca lain. 

Kini meskipun tak lagi mengirim tulisan ke media massa, namun tradisi menulis tetap berlangsung di sela kesibukannya mengikuti jadwal Arema Cronus. Semua coretannya tersimpan rapi dalam laptop pribadinya dalam bentuk catatan harian. 

"Terus menulis, kalau ada kesempatan ingin mendalami lebih serius," harapnya. (viva/mia/adi)