Follow usĀ @ongisnadeNet

Wonderkid Itu Bernama Ahmad Nufiandani


Ahmad Nufiandani

Akademi Arema pernah menghasilkan beberapa pemain yang pernah merasakan juara ISL seperti Dendi Santoso, Sunarto ataupun Alfarizi. Kali ini satu pemain (calon) bintang kembali muncul dari akademi.

Saat pertama kali datang, namanya masih asing ditelinga media ataupun bahkan Aremania. Manajemen pun merilis nama seorang Ahmad Nufiandani akan berkostum tim Arema musim 2015. Pemain ini sengaja didatangkan karena (calon) bintang sebelumnya, Irsyad Maulana pilih hengkang ke Semen Padang.

Latihan demi latihan dilakukan. Ujicoba pun ia ikuti, namun namanya masih tak terlalu diperhatikan. Semua mata dan pikiran waktu itu masih fokus pada pemain asing anyar seperti Fabiano Beltrame, Sengbah Kennedy dan Yao Rudy. Seketika hal ini berubah saat Arema melawan Mitra Kukar, Minggu (18/01) di stadion Kanjuruhan Malang.

Ahmad Nufiandani masuk daftar pemain meski masih harus menunggu dari bangku cadangan. Tak kunjung mencetak gol, ia pun dimasukkan pada menit 65 untuk menggantikan Sengbah Kennedy yang performanya biasa-biasa saja. Posturnya boleh kecil tapi kalau disuruh adu lari, pemain lawan bisa keteteran.

Tusukan dari sayap kanan ataupun masuk lewat lini tengah terus dilakukan Dani-sapaan akrabnya-saat menerima bola. Beberapa kali ia pun terpaksa ditekel dan dijatuhkan oleh pemain Mitra Kukar. Masuknya Dani pun seolah menjadi energi baru, akselerasi yang ia lakukan mengundang decak kagum Aremania yang hadir di Kanjuruhan.

Pada menit 72, kontribusi pertamanya pun nampak. Ia mampu melihat posisi Samsul Arif yang kosong dan mengirimkan umpan jitu dan gol yang mengubah kedudukan 3-1 untuk Arema. Namanya pun semakin menjadi perhatian. Bahkan lebih menjadi perhatian saat masa injury time. Bola liar di kotak penalti mampu ia eksekusi dengan baik dan mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol pada pertandingan tersebut.

Permainan pemain yang memilih nomor punggung 17 ini pun membuat tawa penonton yang hadir bisa lepas. Bahkan CEO Arema Cronus, Iwan Budianto tampak antusias saat Dani memberikan 1 assist dan gol untuk tim. (Baca juga: Launching Arema Cronus Mundur)

Wasit sudah meniupkan peluit akhir pertandingan, Dani pun bisa saja menjadi besar kepala dengan performanya sore itu. Namun ia memilih untuk lakukan sujud syukur di lapangan, tanda ucapan terima kasih pada Sang Pencipta yang membuatnya bisa tampil gemilang.

Sujud syukur yang semoga terus membuatnya rendah hati karena perjalanan karir sang wonderkid baru Arema ini masih panjang. (mia/adi)