Follow us @ongisnadeNet

Monas, Tempat Awal Merintis Perdamaian Suporter

created by ico Monday, 29 Dec 2014



Gagasan Aremania Jabodetabek untuk melakukan perdamaian antar suporter terus dirintis. Kali ini Tugu Monumen Nasional (Monas), Sabtu (27/12) menjadi saksi awal pertemun seluruh supporter yang ada di wilayah Jabodetabek.

Supporter yang hadir dalam pertemuan ini antara lain Aremania, Pasoepati, Snek, Braling Mania, Sobek, Banaspati, Lanus dan La Viola. Sementara beberapa elemen suporter lain menyatakan mendukung agenda perdamaian antar suporter meski 

Supporter lainnya yang ikut mendukung acara perdamaian ini antara lain Viking dan Kabomania namun mereka berhalangan hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan dibuka dengan bacaan doa dari perwakilan Banaspati kemudian dilanjutkan dengan cerita duta Arema, Hari Pandiono yang mengungkapkan perjalanannya ke dalam negeri dan luar negeri untuk memperlihat antusiasme suporter Arema. 

Dari pertemuan ini terdapat beberapa poin yang bisa untuk ditindaklanjuti antara lain: 

1. Mengingatkan Silaturahmi antar supporter Se Indonesia di Jabodetabek.

2. Mengabarkan rencana Deklarasi Supporter Damai Indonesia yg domisili Jabodetabek: Indonesian Super League, Divisi Utama, Divisi 1, Divisi 2 dan ke saudara-saudara yang lain termasuk mengabarkan ke manajemen klub di daerah masing-masing.

3. Mendukung dan berpartisipasi aktif Deklarasi Supporter Damai Indonesia bulan Maret 2015 serta mengirimkan wakil untuk melakukan rembukan yang lebih detail. 

4. Menghadiri diskusi langsung 2 bulan kedepan yang akan diselingi acara musik kebudayaan, kreativitas bendera Indonesia terbesar di dunia atau kreasi lain yg disepakati, lagu-lagu persatuan supporter, syal mewakili seluruh supporter Indonesia dikumpulkan secara ikhlas.

5. Supporter Damai Indonesia adalah silaturahmi panggilan jiwa, tanpa sponsor, biaya iuran dari suporter, mengedepankan kebersamaan Indonesia, tidak ada rasis, tidak ada aksi anarkism dan tidak ada aksi vandalisme. 

Menanggapi pertemuan ini, perwakilan Banaspati, Jamed mengharapkan rencana deklarasi bukan lagi omong kosong. "Ya kami Berharap ada tindak lanjut tanpa omong kosong yang sudah-sudah dan berharap walau sekarang rival akan menjadi saudara Seterusnya tanpa terkecuali, tanpa membedakan suku, ras, agama dan klub," ucapnya.

Sementaram, Anto, perwakilan LA Mania Jakarta juga mengharapakan perdamaian antar suporter bisa terwujud. 

"Intinya kami semua menginginkan perdamaian dari kami untuk Indonesia Bahkan Dunia. Berawal dari supporter yang identik dengan keributan, maka dengan adanya forum ini besar harapan kami dari LA Mania khususnya dan untuk supporter Indonesia pada umumnya sangat merindukan akan perdamaian sehingga dapat memajukan bola Indonesia kedepannya," tegasnya. 

Penulis: Irul Aremania Bogor