Follow usĀ @ongisnadeNet

Arema Wacanakan Bangun Stadion 80 Ribu Tempat Duduk



Arema Cronus cukup serius dalam mengerjakan proyek prestisius yaitu membangun stadion baru berkapasitas 80 ribu tempat duduk yang di tunjang dengan fasilitas terlengkap dan terbaik di Indonesia.

Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang telah menjadi rumah dari tim Singo Edan selama beberapa tahun terakhir. Namun Arema sudah berkeinginan untuk membangun sebuah arena baru dan diharapkan pindah dalam lima tahun kedepan.

CEO arema Cronus, Iwan Budianto telah merencanakan sebuah stadion revolusioner yang diperkirakan lebih baik dari stadion Kanjuruhan. Ia juga berkeinginan membuat rumah Arema sebagai salah satu stadion terbaik di seluruh Indonesia bahkan sudah seperti standar stadion di Eropa.

"Ada 3 lapangan latihan yang kualitas rumputnya sama seperti di dalam stadion. Dua tempat terbuka, 1 tempat tertutup untuk latihan strategi tim," bebernya seperti dikutip dari memoarema.

Pria yang akrab disapa IB ini membeberkan di dalam kompleks stadion baru, manajemen juga akan membangun museum Arema. Di museum tersebut akan menyuguhkan sejarah dari tim yang akan berulang tahun ke 27 pada Agustus nanti.

"Ada juga hotel atlet, terus ada tempat buat kumpul semacam resto atau cafe bola," urainya.

IB memperkirakan proyek dengan fasilitas wah tersebut membutuhkan lahan seluas 35 hektar. "Untuk keseluruhan kompleks, ideal-nya paling sedikit 35 hektar. Lebih bagusnya sih kalau bisa dapat 50. Agar sarana dan prasarana termasuk parkir untuk supporter bisa tertata dengan bagus," akunya.

Namun kebutuhan lahan sebanyak itu sampai saat ini baru terpenuhi sebanyak 1 hektar saja. Namun, IB menegaskan, manajemen terus berjuang untuk melakukan pembebasan lahan. "Masih terus berproses di pembebasan lahan, sekarang kurang lebih 1 hektar. Utk lapangan-nya aja belum cukup," bebernya.

Disinggung mengenai lokasi pembangunan stadion, IB menolak untuk menyebutkannya. "Lokasi tepatnya mohon maaf masih kita rahasiakan Mas, takut harganya melambung, nanti malah gak terjangkau lagi oleh anggaran Cronus," pungkasnya. (mia/adi)