Follow us @ongisnadeNet

Arema Merasa Dikerjai Kitchee



Manajemen Arema Cronus begitu menyesalkan kekalahan yang diderita Ahmad Bustomi dkk dari Kicthee SC di babak 16 besar AFC Cup. Singo Edan harus bertekuk lutut dengan skor 2-0 dan sekaligus tersingkir dari ajang kelas dua antar klub se-Asia ini.

CEO Arema Cronus, Iwan Budianto pun mengkritik lawannya dengan menilai Kitchee bersikap tidak sportif jelang pertandingan dilangsungkan. "Tim seperti Kitchee memainkan faktor non teknis untuk bisa melawan kita. Kita tidak bisa cari lapangan natural. Kita latihan di lapangan seperti kaca yang bagus, bola bisa mengalir bagus, pijakan bagus," ucapnya seperti dikutip dari memoarema.

Sebelumnya memang tim Singo Edan tidak dapat merasakan sesi uji lapangan Stadion Mong Kok. Padahal pada umumnya sebelum pertandingan dilangsungkan, setiap tim tamu yang akan bertanding selalu mendapat kesempatan sesi uji lapangan.

"Kita main di lapangan yang 360 derajat berbeda, alasan klise mereka berlatih di lapangan yang sama," katanya dengan nada geram.

"Tapi mereka sudah berapa tahun main di lapangan itu," imbuh pria yang akrab disapa IB ini.

Kicthee yang menyadari tim tamu belum terbiasa dengan kondisi becek lapangan Stadion Mong Kok setelah diguyur hujan, langsung menggebrak. Dalam delapan menit pertandingan berjalan mereka sudah unggul 2-0.

"Kita sudah berdiskusi dengan pelatih 15 menit akan sulit beradaptasi, setelah 15 menit kita sudah beradaptasi tapi mereka sudah bisa memanfaatkan," bebernya.

Kekalahan ini tak pelak membuat kubu Arema Cronus tak habis pikir. "Semua, manajemen, pelatih, shock kita berhenti di babak yang bukan ekspektasi kita," terangnya.

Lebih lanjut, IB menjelaskan sebenarnya tim di ajang kelas dua antar klub se-Asia ini, tim pujaan Aremania ini mengusung target bisa menembus partai final. "Kita berharap bisa menjadi finalis di tahun ini. Sebab, ini ‘kan bukan Champions League, tapi AFC Cup yang levelnya berada di bawah itu,"

"Okelah, kita gagal di sini. Dan kita minta maaf ke masyarakat indonesia," tandasnya. (mia/adi)