Follow usĀ @ongisnadeNet

Persepam Tak Gentar Lawan Arema ISL



Menantang tim sekaliber Arema ISL akan menjadi tantangan tersendiri bagi Persepam Madura United (P-MU).

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"575","attributes":{"class":"media-image size-full wp-image-23565","typeof":"foaf:Image","style":"","width":"600","height":"400","alt":"Skuad Persepam musim 2012\/2013"}}]] Skuad Persepam musim 2012/2013

Mungkin saja ini menjadi pertandingan tandang terberat bagi klub kebanggaan Madura jika melihat bagaimana penampilan Arema pada beberapa pertandingan terakhir.

Arema ISL selalu mengalahkan lawannya dengan minimal tiga gol kala bertarung di Stadion Kanjuruhan. Sebuah statistik yang jelas membuat keder lawan sebelum datang ke Malang. Namun pelatih P-MU, Daniel Roekito meminta pemainnya tidak surut nyali melihat kekuatan Singo Edan.

Daniel mengakui kekuatan miliknya tak bisa dibandingkan dengan Arema yang musim ini bertabur bintang. Pelatih yang pernah menangani Arema Malang di awal 2000-an ini tak ragu menyebut Arema adalah salah klub yang mempunyai peluang besar untuk menjadi juara ISL musim ini.

"Mungkin kekuatan kami tidak ada separuhnya dibanding Arema. Mereka tim dengan pemain bintang, punya pelatih bagus dan supporter yang luar biasa. Tapi saya masih percaya sepakbola tidak hanya bicara soal teknis. Semua masih bisa terjadi sepanjang 90 menit," ucap Daniel seperti dikutip dari bolaindo.com

Yang jelas, lanjut Daniel, tim tidak boleh kalah sebelum berperang. Artinya pasukan Sapeh Kerap haram silau kekuatan tuan rumah dan harus tetap percaya diri. "Kalau sudah merasa kalah lebih dulu, namanya ya setor nyawa. Kami tidak akan seperti itu, sehebat apa pun lawan yang dihadapi," urainya.

Daniel akan mencoba menerapkan keberhasilan saat memenangi pertandingan di kandang PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta. Kendati itu juga belum menjamin karena Arema memang sangat superior ketika bertarung di depan Aremania.

Apalagi ini didukung faktanya jika belum ada satu pun klub ISL yang pernah mendapatkan angka di Malang sampai kini. Itu sudah menggambarkan betapa beratnya beban yang ditanggung skuat Sapeh Kerap. (blnd/mia)