Follow usĀ @ongisnadeNet

Arema IPL Kesulitan Dapat Sponsor



Pendapatan dua laga home Arema IPL tidak mampu untuk membayar operasionalnya. Untuk menggelar dua laga home ini, tim yang bermarkas di Stadion Gajayana harus merogoh kocek sekitar Rp 170 juta.

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"553","attributes":{"class":"media-image size-full wp-image-23480","typeof":"foaf:Image","style":"","width":"600","height":"400","alt":"Arema IPL kesulitan mendapatkan sponsor. (Foto: Ongisnade\/Adi Kusumajaya)"}}]] Arema IPL kesulitan mendapatkan sponsor. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)

Sedangkan pemasukannya hanya berasal dari penjualan tiket di laga kontra PSLS Lhokseumawe. Sementara Panpel tidak menerima pendapatan dari laga home kontra Persiraja Banda Aceh.

Berbeda saat dipegang Ancora musim lalu, manajemen Arema IPL musim ini harus berjuang lebih keras. Tidak ada investor yang menanggung biaya operasional tim, termasuk gaji pelatih, pemain, dan offisial. Satu-satunya pemasukan yang bisa diandalkan adalah sponsor.

"Kami baru memiliki dua sponsor, yaitu Oneway dan Optima Kreatif," kata manajer tim Arema IPL, Haris Fambudy yang dikutip dari tribunnews.com

Masuknya dua sponsor ini pasti belum bisa menutupi operasional tim. Informasi yang dihimpun wartawan dua sponsor ini tidak mengucurkan uang tunai.

Oneway hanya memasok kebutuhan tim mulai jersey bertanding home-away lengkap dengan kaos kaki, kostum latihan, jersey official hingga jaket tim. Sedangkan Optima Kreatif membantu publikasi seperti pembuatan spanduk dan baliho sampai mencetak tiket pertandingan selama semusim.

"Manajemen patungan untuk membiayai operasional," kata sumber internal yang tidak mau disebutkan namanya. (trbn/mia)