Follow usĀ @ongisnadeNet

Klub IPL Tak Semangat Hadapi Kompetisi



Unifikasi kompetisi dalam pentas sepakbola Indonesia, memberikan aspek negatif bagi Persema Malang, kontestan kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim 2013.

[[{"type":"media","view_mode":"media_large","fid":"551","attributes":{"class":"media-image aligncenter size-full wp-image-17728","typeof":"foaf:Image","style":"","width":"500","height":"333","alt":"IPL-logo-ongisnade-2011091103"}}]]

Sebab, sekalipun mampu finis di posisi empat besar, peluang klub berjuluk Bledeg Biru tersebut untuk tampil dalam unifikasi kompetisi musim depan belum tentu bisa terlaksana. Pasalnya, PSSI tidak akan memberikan jatah kepada klub yang mengalami dualisme. Pada musim kompetisi mendatang, jumlah peserta kasta utama dipastikan sebanyak 22 klub. Rinciannya, 18 klub asal kompetisi Indonesia Super League (ISL), dan sisanya dari IPL yang berhasil finis di peringkat empat besar.

"Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret, sangat memukul. Kami kehilangan gairah menjalani kompetisi dengan skema unifikasi yang ditetapkan," ungkap asisten manajer Persema Malang, Dito Arief.

Ditambahkannya, Laskar Ken Arok-julukan lain Persema-kini hanya bisa berharap adanya pemulihan sanksi agar tetap berkompetisi di kasta utama pada musim depan. "Perjuangan kami tidak boleh sia-sia. Karena itu, semoga ada kebijakan dari PSSI supaya kami dapat berkompetisi di kasta utama dan tidak turun ke Divisi Utama," imbuhnya.

Lebih jauh dikatakannya, manajemen Persema Malang beserta para pemegang saham sedang mengadakan rapat untuk menentukan kelanjutan klub. Diterangkannya lagi, Persema tidak ingin begitu saja dibubarkan. "Kami terus membahas apakah akan melanjutkan kompetisi atau tidak. Sebab, banyak pihak yang terlibat di klub ini. Saya berharap, klub ini tetap bertahan," ungkapnya.

Setali tiga uang dengan Persema, klub kontestan di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) bernasib serupa. Misalnya, Persija IPL yang memulangkan pemain dan tim pelatih akibat sudah pupus harapan. Klub pimpinan Bambang Sucipto tersebut enggan memberikan harapan hampa kepada pemain dan tim pelatih akibat tidak ada kejelasan dari PT LPIS.

"Kucuran dana dari News Corp tidak terealisasi. Karena itu, kami harus realistis dan menghentikan roda klub. Sebab, tidak ada gunanya lagi untuk mengikuti kompetisi," tuntasnya. (blnd/mia)